GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

DIALOGIKA: LIBERALISASI SEGALA SEKTOR, BUKTI INDONESIA MASIH TERJAJAH

Diposting tanggal: 20 Desember 2014
Topik :





 GEMA PEMBEBASAN ACEHLangit masih menampilkan suasana mendung di
seputaran Darussalam dan Jalan Lingkar Kampus. Namun, cuaca yang tampak tak
bersahabat itu tidak menyurutkan semangat para aktivis Gerakan Mahasiswa (GEMA)
Pembebasan Komisariat UIN Ar-Raniry untuk melakukan dakwah dan pengedukasian kepada
masyarakat kampus salah satu jantung rakyat Aceh itu.






Dalam kegiatan pengedukasian masyarakat kampus
bernama Dialog Ideologis Khas Mahasiswa atau disingkat DIALOGIKA itu Ketua GEMA
Pembebasan Aceh, Akmal Setyawan Jodi Saputra menjelaskan kepada masyarakat UIN
Ar-Raniry tentang kebohongan dan kezaliman rezim pemerintahan Presiden Joko
Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla.



Salah satu bentuk pengkhianatan pemerintahan Jokowi
adalah keputusan untuk meningkatkan harga bahan bakar minyak (BBM).



Di tengah aktivitas mahasiswa dan kampus menjelang
selesainya dunia belajar mengajar, Akmal melalui corong TOA memaparkan berbagai
prestasi jelek yang telah ditorehkan oleh Rezim Jokowi selama awal-awal
pemerintahannya. Ada beberapa catatan hitam. Diantaranya, rencana penghapusan
kolom agama di KTP, merevisi UU Perkawinan hingga wacana penghilangan doa di
sekolah yang menandakan dimulainya jam belajar mengajar.



Prinsip liberalisasi
diterapkan pada setiap aspek. Dimulai dari liberalisasi ekonomi, hingga
lanjutnya liberalisasi pada bidang pendidikan bahkan hingga liberalisasi sector
agama, dimana pemerintah melakukan pembiaran kepada menjamurnya aliran sesat
seperti ahmadiyah, bahai, lia eden, dll. Bahkan, parahnya Menteri BUMN Rini
Sumarno melarang para muslimah yang menjadi pegawai BUMN untuk berjilbab, melarang
pegawai prianya berjenggot hingga memakai celana isbal.



“Ini adalah hal yang harus ditolak oleh mahasiswa. Siapa
lagi yang dapat menolak penodaan agama selain mahasiswa!?” seru Akmal pada
Jumat (19/12/2014) sore di depan Gedung Perpustakaan UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh.
 




Menurutnya, dengan konsep pengelolaan Negara yang
liberal seperti sekarang ini maka akan muncul banyak resiko yang berujung pada
ledakan sosial dimana keterpurukan yang dialami rakyat akan berbuah kerusakan
dan kriminalitas dan yang pastinya kesengsaraan serta penderitaan yang
berkepanjangan. “Ini adalah akibat cacat bawaan dari penerapan hukum manusia dibawah
naungan demokrasi Amerika,” lanjutnya.



Maka, tak ada cara lain selain
menghancurkan sistem rusak ini dengan menggantinya dengan sistem yang berasal
dari Rabb Pemilik Alam Semesta, Allah Subhanahu wa Ta’ala yakni dengan
menerapkan syariah Islam dan itu hanya dapat diterapkan dalam bingkai Daulah
Khilafah Rasyidah ‘ala minhajjin nubuwwah. Karena hanya Khilafah yang dapat
membawa kesejahteraan bukan sistem hidup lain.[]





Tanggal : 20 Desember 2014 s/d 20 Desember 2014

Tempat : Banda Aceh

Pukul : 16:30

Pengirim (Contact Person) : GP Aceh
Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02175632


Pengunjung hari ini : 33

Total pengunjung : 430721

Hits hari ini : 146

Total Hits : 2175632

Pengunjung Online: 6