GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

IIC GEMA Pembebasan Sulselbar: "Bebaskan Indonesia dari Liberalisme"

Senin, 23 April 2012 - 13:35:30 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Sulselbar | Dibaca: 3162x

Sabtu (21/04/2012) Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Wilayah Sulselbar mengadakan Islamic Intellectual Challenges (IIC) edisi perdana di Aula Dr. Harifin Tumpa, SH., MH Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini merupakan forum diskusi ilmiah untuk memaparkan serta menganalisa isu nasional dengan Islam sebagai solusinya, dan tema yang diangkat kali ini adalah “Bebaskan Indonesia dari Liberalisme”.

Setelah acara dibuka oleh MC, tilawah dan sambutan oleh Ketua Umum Gema Pembebasan Wil. Sulselbar, dilanjutkan dengan dialog yang dipandu oleh Muh. Rahmani (Sekjen Gema Pembebasan Wil. Sulselbar). Narasumber yang hadir adalah Bpk. Amir Ilyas, SH.,M.Hum (Dosen Fakultas Hukum Unhas), Bpk. Arman Kamaruddin, ST.,MT (Koord. Lajnah Khusus Intelektual DPD I HTI Sulselbar) dan Arief Shidiq Pahany (Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pembebasan Wil. Sulselbar). Diawal, Arief Shidiq dari Gema Pembebasan selaku pelaksana acara ini mejelaskan bahwa Liberalisme yang dimaksud adalah paham kebebasan yang memisahkan agama dari urusan kehidupan manusia. Dan beliau juga tidak lupa untuk menjelaskan akar sejarah dari pemikiran ini.

Bpk. Amir Ilyas, SH.,M.Hum mengungkapkan bahwa liberalisme benar-benar telah merusak tatanan kehidupan masyarakat kita, beliau kemudian melanjutkan dengan paparan fakta-fakta kerusakan hukum di Indonesia, seperti hadirnya UU Migas, UU SDA, UU Penanaman modal dan yang terbaru adalah UU Perguruan Tinggi yang menurut beliau Insya Allah sebentar lagi akan disahkan tinggal menunggu komando dari “orang-orang Amerika”. Bpk. Amir Ilyas melanjutkan “masalah-masalah yang dialami bangsa ini semua dikarenakan aturan hukum yang diterapkan adalah undang-undang liberal yang sangat jauh dari ajaran Islam”.


Hampir senada dengan pembicara sebelumnya, Bpk. Arman Kamaruddin menjelaskan bahwa leberalisme adalah panggilan untuk ideologi orang barat yang asasnya adalah fashluddin anil hayat atau memisahkan agama dari kehidupan. Istilah kapitalisme juga biasa digunakan untuk merepresentasikan sistem ekonominya dan demokrasi sebagai sistem pemerintahannya. Beliau melanjutkan “ide-ide dari barat, apakah itu Kapitalisme, Sosialisme, Demokrasi atau Lebiralisme, jelas bagi kita umat Islam haram untuk untuk melaksanakannya atau menerapkannya dalam kehidupan kita”. Bpk. Arman Kamaruddin juga memaparkan bukti-bukti bahwa Indonesia hari ini adalah salah satu negara yang menerapkan liberalisme.
 

Ketika ketiga narasumber ditanya mengenai solusi agar bangsa dan negara ini bisa terbebas dari Liberalisme seperti yang dipaparkan sebelumnya, Arief Shidiq dari Gema Pembebasan dengan tegas mengatakan bahwa “sosialisme telah lebih dulu pamit ke Neraka, Kapitalisme sekarang sedang menanti ajal, maka kemana lagi kita berharap selain pada Ideologi Islam”. Pernyataan yang sama dari bpk. Arman Kamaruddin bahwa sudah saatnya kita berislam dengan total dengan tidak menerapkan sebagian ajarannya lalu mengabaikan sebagiannya. Tidak kalah dengan pembicara yang lain, Bpk. Amir Ilyas dengan lantang mengatakan bahwa kita memang perlu REVOLUSI, karena jika tidak dengan itu masalah di negara ini tidak akan pernah terselesaikan. Beliau juga secara khusus menyampaikan kepada mahasiswa, khususnya kepada Gema Pembebasan agar lebih keras lagi dalam berjuang, karena sejarah membuktikan perubahan besar dinegeri ini terjadi karena mahasiswa.


Pada sesi tanya jawab, Ahmad mahasiswa UIN Alauddin Makassar yang juga mengaku sebagai aktivis IMM menanyakan bagaimana menyamakan persepsi mahasiswa untuk bergerak bersama membebaskan Indonesia dari liberalisme. Pertanyaan ini dijawab oleh Arief bahwa mahasiswa harus memiliki pemikiran dan perasaan yang sama tentang islam dan liberalisme itu sendiri. Arief juga menambahkan bahwa Gema Pembebasan akan berafiliasi dengan pergerakan lain dengan syarat mengusung solusi yang sama yakni Syariah dan Khilafah.

Penanya kedua atas nama Sigit dari jurusan sastra Arab Unhas mengatakan bahwa kehidupan kita sudah sangat terikat dengan kapitalisme dan sangat susah untuk melepaskan diri. Sigit melanjutkan “kita nikmati saja dulu kapitalisme, lalu kemudian menghancurkannya dengan mengambil contoh pada revolusi Iran”. Sedangkan Reza, penanya ketiga dari Fakultas Teknik Unhas memberikan dukungan kepada Bpk. Amir Ilyas agar tetap berada di dunia kampus menjadi Dosen Ideologis.

Acara yang dihadiri sekitar 50 orang ini berjalan dengan baik dan lancar. Antusias peserta terlihat dari banyaknya yang tidak mendapatkan kesempatan bertanya. IIC Edisi Perdana ini ditutup tepat pukul 12.15 wita. setelah  ketiga narasumber memberikan closing statement yang intinya mereke sepakat bahwa Liberalisme adalah ide kebebasan yang membunuh dan Syariah dan Khilafah lah satu-satu nya solusi. “Bersatu, Bergerak, Tegakkan Ideologi Islam”.[] Ahmad Masri

Baca Berita Lainnya


    Komentar: 0

    P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
    Isi Komentar :

    Nama :
    Website : Tanpa http://
    Email :
    Komentar
    (Masukkan 6 kode diatas)

     

    Login User
    Username :
    Password :

    Komentar Terakhir
    Fb Fans Page


    Kontak YM
    • iman_1924

    • Fahmi

    • Falsa M

    • Dimas G Randa

    Chat Box


    Nama :
    Pesan


    Jajak Pendapat
    Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

    Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
    Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
    Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
    Abstain.

    Lihat Hasil Poling



    Statistik Kunjungan
    03817880


    Pengunjung hari ini : 222

    Total pengunjung : 817929

    Hits hari ini : 1029

    Total Hits : 3817880

    Pengunjung Online: 7