GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

GEMA Pembebasan Kota Padang: Liberalisasi Migas Menjauhkan Umat Dari Kesejahteraan

Minggu, 29 April 2012 - 17:19:54 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Daerah Padang Sumbar | Dibaca: 1949x
Padang 22 April 2012- Gema Pembebasan Kembali menggemparkan Kampus-Kampus di Kota Padang. Ahad, 22 April 2012 kemaren Gerakan Mahasiswa Pembebasan Kota Padang sukses menyelenggarakan Islamic Intelectual Challenges yang bertemakan “Liberalisasi Migas & Perspektif Ekonomi Islam” merupakan satu-satunya acara spektakuler yang pernah dilakukan oleh pergerakan mahasiswa yang ada di Sumatera Barat. Sehingga banyak menarik minat mahasiswa Islam yang ada di Kota Padang untuk ikut jadi bagian dari acara tersebut, walaupun panitia membatasi jumlah peserta yang akan mengikuti acara tersebut.

Acara yang diadakan di Aula Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang ini sengaja mengundang Pembicara-pembicara yang kompeten dalam masalah yang diangkat. Pembicara pertama adalah salah seorang dosen Teknik Industri Unand, yaitu Dr. Alexi Hariyadie yang akan memaparkan tentang “Kenaikan Harga BBM dan Pengurangan Subsidi BBM merupakan Jalan Tol Liberalisasi Migas.” Kemudian, Pembicara kedua panitia sengaja mendatangkan pimpinan redaksi media umat dari Jakarta yaitu, ust. Mujiyanto sekaligus merupakan salah satu DPP HTI yang akan memaparkan “Pandangan Sistem Ekonomi Islam terhadap Liberalisasi Migas”.

Sebelum acara di mulai Ketua Gema Pembebasan Komisariat IAIN Imam Bonjol Padang Sarjulianto menjelaskan visi dan misi Gema Pembebasan, serta karakter perjuangan Gema Pembebasan dalam dunia perpolitikan mahasiswa di kampus. Gema Pembebasan hadir bukan menjadi sekedar perkumpulan biasa, akan tetapi GEMA Pembebasan hadir sebagai gerakan yang berorientasi dari Firman Allah yang berusaha membumikan dan menjadikan Opini Islam Ideologis sebagai main stream gerakan mahasiswa Islam di Indonesia sehingga memiliki arah perubahan yang jelas yaitu kembali menegakkan Ideologi Islam sebagai satu-satunya solusi atas segala problematika yang dihadapi manusia.

Pada pembukaan acara tersebut Abrian Alkaf sebagai Ketua GEMA Pembebasan Kota Padang juga mengajak Mahasiswa islam yang ada di Kota Padang dalam kata sambutannya untuk lebih meningkatkan budaya intelelektualitas, kritis dan berpikir politis dalam memandang berbagai kebijakan yang diambil Pemerintah saat ini. Jangan sampai mahasiswa sebagai Agent of Change malah tertidur ketika disuguhkan kebijakan-kebijakan yang justru akan menyakiti rakyat. Seperti kebijakan Liberalisasi Migas ini. Tentu segala tindakan yang dilakukan dalam mewujudkan sebuah perubahan tersebut tak boleh lari dari yang telah ditetapkan Allah SWT dalam syari’at Islam. Disamping itu, Abrian Alkaf juga mengucapkan terima kasihnya kepada para panitia yang berhasil menghadirkan peserta sebanyak 400 orang ini, karena memang disadari persiapan yang dilakukan panitia cukup singkat yakni selama 1 minggu. namun tak disangka mampu menghadirkan peserta sebanyak ini sehingga membuat ruangan menjadi penuh sesak bahkan ada peserta yang rela berdiri karena tidak kebagian tempat duduk.

IIC yang dimulai dari pukul 09.00 - 12.15 WIB ini berlangsung tertib dan lancar, dan disambut baik oleh para peserta ketika pemateri memaparkan materinya. Pada materi pertama, Dr. Alexi mengatakan bahwa “sesungguhnya agenda pengurangan subsidi BBM adalah pesanan asing, sehingga Negara saat ini tak dapat berbuat banyak disebabkan telah terjebak dalam sistem yang rusak. Dengan adanya perjanjian internasional, utang-piutang, dan kebijakan ekonomi yang salah, memudahkan asing untuk melakukan intervesi dan memuluskan penjajahannya dinegeri ini dalam sektor migas dan sumber daya lainnya. Maka jika Negara ingin mandiri dan mampu menyejahterakan rakyat maka harus keluar dari kungkungan sistem bobrok ini dan beralih ke sistem yang lebih baik dari yang Maha Pengatur yakni sistem Islam”.

Begitu juga, Ust Mujiyanto menjelaskan dalam materinya “bahwa agenda menaikan harga BBM adalah agenda yang haram dan bertentangan dengan syari’at Islam. Agenda ini lahir dari Ideologi Kapitalisme yang berakidah sekuler yang bertentangan dengan Islam. Dalam sistem ekonomi Islam, Migas termasuk kepemilikan umum yang harus dikelola oleh Negara untuk kepentingan umat secara menyeluruh dan haram diserahkan kepada pihak swasta untuk mengelolanya. Maka, solusi yang harus kita ambil adalah dengan mengganti sistem yang ada ini dengan menegakkan kembali sistem Islam yang telah terbukti selama 14 Abad mensejahterakan umat manusia”. [Tim Reportase]



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
03817702


Pengunjung hari ini : 209

Total pengunjung : 817916

Hits hari ini : 851

Total Hits : 3817702

Pengunjung Online: 20