GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

GP Bandung : RUU Kamnas akan melahirkan Pemerintahan Represif

Selasa, 23 Oktober 2012 - 20:54:26 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Jabar | Dibaca: 2036x

Rencana pengesahan RUU Keamanan Nasional (KAMNAS) kembali mencuat, setelah Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-undang Keamanan Nasional (RUU Kamnas) mengembalikan RUU Kamnas ke pemerintah. Alasannya  RUU ini diperlukan untuk menjaga kedaulatan negara, sehingga pemerintah dan beberapa pihak menganggap RUU ini perlu untuk disahkan. Namun disisi lain tidak sedikit pihak yang juga menolak RUU ini bahkan penolakan tersebut juga datang dari pihak DPR selaku legislator. Ada apa di balik keinginan kuat untuk melegalkan RUU ini, bagaimana dampaknya bagi masyarakat dan gerakan mahasiswa jika RUU KAMNAS ini disahkan? Ikuti wawancara wartawan Media Pembebasan, Imaduddin al-Faruq bersama Purwa Alam Dirja selaku Ketua Gema Pembebasan Bandung Raya. Berikut ini petikannya.

Saat ini isu pengesahan RUU KAMNAS akan dilakukan, bagaimana pendapat anda?

RUU yang dibuat dalam 7 bab dan 60 pasal ini merupakan RUU yang kontra produktif dan berbahaya bagi kehidupan sosial politik negeri ini. Kalau misalkan kita analisis lebih mendalam, terdapat banyak sekali pasal yang multi tafsir dan ambigu. Contohnya dalam pasal 1 ayat 2 tidak ada definisi yang jelas tentang ‘ancaman’ yang dimaksud. Hal ini membuka peluang penguasa untuk mengeliminasi setiap kelompok dan pandangannya yang dianggap mengancam Negara.

Kenapa GP mengkritisi RUU KAMNAS ini?

Tentu saja kami mengkritisi RUU KAMNAS ini, karena akan menimbulkan ketidakstabilan keamanan negara dan berpotensi melahirkan rezim yang represif. Tidak ada alasan bagi kami untuk menerimanya karena sangat bertentangan sekali dengan ideologi Islam. Banyak sekali kekeliruan dalam RUU KAMNAS ini, setidaknya ada beberapa poin yang harus kita waspadai. Pertama, terdapat pasal yang multi-tafsir dan ambigu seperti yang tadi dikatakan. Kedua, UU ini tidak sinkron dengan UU yang sudah ada, dan operasionalnya berpeluang tumpang tindih dengan undang-undang lain, contohnya undang-undang tentang HAM, POLRI dan TNI. Ketiga, berpotensi merugikan hak dan privasi publik. Kemudian yang keempat, berpotensi disalahgunakan sebagai alat tekanan pemerintah.

Oleh karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk menerima dan menunggu sampai RUU ini disahkan. Justru yang harus kita lakukan saat ini adalah menolaknya dengan sangat tegas dan senantiasa terus menerus melakukan upaya pencerdasan ditengah-tengah masyarakat bahwa sistem Kapitalisme-Demokrasi merupakan biang kerok atas lahirnya Undang-undang yang penuh kebohongan dan kepalsuan ini.

Jika dikatakan bahwa RUU ini perlu disahkan untuk menjaga kedaulatan negara ini, apa pendapat anda?

Memangnya negara ini punya kedaulatan? Sejak kapan negara ini punya kedaulatan sendiri? Jika dikatakan ingin mempertahankan kedaulatan, kedaulatan yang mana? Justru negara ini tidak punya kedaulatan, seluruh kebijakan membebek pada Barat. Kita bisa lihat itu semua baik secara ekonomi, politik, sosial, budaya dan bahkan hukum, semuanya berkiblat pada Barat. Negara ini tidak punya kejelasan arah politik sendiri bahkan tidak bisa menentukan nasibnya sendiri kecuali mengikuti dikte dari negara-negara barat. Lalu apa yang mau dijaga?

Apa dampaknya bagi masyarakat nantinya?

Banyak sekali dampak yang ditimbulkan apabila RUU ini disahkan. Diantaranya masyarakat menjadi resah karena menggangu hak dan privasi publik. Masyarakat tidak berani lagi untuk mengkritisi kebijakan bobrok para penguasa, maka dengan RUU ini alih-alih menjaga kedaulatan, pertahanan dan keamanan nasional, justru akan terjadi sebaliknya: ketidakstabilan politik dan keamanan. Sikap rakyat yang kritis dan berharap perubahan kearah lebih baik akan menjadi musuh dan dicap sebagai ancaman negara.

Kemudian dampaknya terhadap gerakan mahasiswa?

Mahasiswa merupakan kaum intelek dan diharapkan menjadi agen perubah. Di pundak mahasiswa terdapat amanat yang begitu besar untuk melakukan perubahan terhadap kondisi masyarakat, oleh karena itu mahasiswa senantiasa menjadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. Ketika RUU ini disahkan, maka kemungkinan akan ada dua dampak yang terjadi pada gerakan mahasiswa. Yang pertama mereka akan bungkam dan tidak berani lagi mengkritisi pemerintah. Kemudian kemungkinan yang kedua adalah mereka akan berhadapan dengan rezim yang represif. Mahawsiswa yang kritis dan lantang akan ditangkap, dipenjarakan atau bahkan bisa dibunuh. Hal inilah yang terjadi pada saat Orde baru.

Apa yang akan dilakukan GP untuk menolak RUU ini?

Gema Pembebasan merupakan gerakan mahasiswa yang mengedepankan aspek intelektualitas dalam setiap aksinya. Kami senantiasa menjadikan islam sebagai ideologi sekalisgus menjadi mainstream pergerakan kami. Tidak ada solusi lain yang kami tawarkan selain Islam. Kami tidak berhenti melakukan pencerdasan pada masyarakat. Khusus untuk sikap penolakan terhadap RUU ini, Gema Pembebasan sudah mengeluarkan pernyataan sikapnya, tapi kami tidak akan berhenti sampai disitu. Karenanya untuk menolak RUU ini kami akan melakukan serangkaian kegiatan diantaranya adalah diskusi dalam forum-forum yang akan kami buat dengan mengundang berbagai kalangan mahasiswa, penyebaran pamflet dan leaflet propaganda, pengiriman sms propaganda dan lain sebagainya. Intinya kami konsern untuk pencerdasan kepada masyarakat khususnya mahasiswa.



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02234680


Pengunjung hari ini : 41

Total pengunjung : 442094

Hits hari ini : 142

Total Hits : 2234680

Pengunjung Online: 6