GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Sumpah Pemuda, Sumpah Usang Penebar Virus Nasionalisme dan Demokrasi

Kamis, 01 November 2012 - 04:16:35 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Sulselbar | Dibaca: 3350x

Makassar - Sumpah Pemuda selalu digembar-gemborkan sebagai langkah awal para pemuda Pra Kemerdekaan Indonesia untuk menyatukan visi Indonesia Merdeka dan bersatu untuk sama-sama berjuang menentang kolonialisme para penjajah asing. Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober pun menjadi sesuatu yang sakral bagi banyak pihak dan kalangan rakyat Indonesia.

Bulan Oktober selalu diidentikkan dengan Bulan Pemuda dan Bulan tonggak Pemersatu Bangsa Indonesia. Bulan dimana banyak dilakukan Refleksi mengenang semangat Sumpah Pemuda. Tetapi, suasana kontras dan berbeda ditunjukkan oleh Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Daerah Makassar. Tepat pada hari Senin pagi (29/10/12), Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Daerah Makassar melakukan aksi longmarch “Menggugat Sumpah Pemuda”. Jalur aksi pada kesempatan kali ini adalah dimulai di Monumen Mandala pukul 08.30 WITA, melewati Kantor DPRD-Sulawesi Selatan dan titik aksi berakhir di FlyOver pada pukul 11.00 WITA. Aksi Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Daerah Makassar adalah aksi gabungan yang diikuti oleh berbagai komisariat Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan diantaranya dari GP UNHAS, GP UNM, GP UVRI, GP UMI, GP STIKES, GP UNISMUH, dan GP STIMIK. Aksi ini bukannya tanpa sebab karena Sumpah Pemuda adalah salah satu corong yang melahirkan paham Nasionalisme dan paham Demokrasi. Dua buah paham yang sengaja yang ditanamkan penjajah asing agar bisa tetap melanggengkan cengkramannya di Indonesia. Sumpah Pemuda hanya membuat kita tersekat-sekat dalam ikatan Nasionalisme sehingga ikatan ini pula yang menghalangi kita untuk menolong saudara-saudara kita yang ada di Suriah, Palestine, Pakistan, bahkan di Rohingya. Paham dan sentimen nasionalisme pulalah yang membuat tubuh Daulah Khilafah Islamiyah yang ada di Turki/Utsmaniyah melemah sehingga menjadi remuk dan hancur. “Demokrasi sebagai produk sampingan dari Sumpah Pemuda adalah paham kufur yang memberikan keleluasaan bagi manusia untuk melegislasi hukum buatannya sendiri”, jelas Muhammad Aslan dalam orasinya.

Sumpah Pemuda adalah sumpah usang yang tergusur oleh zaman dan keadaan. Sumpah Pemuda kian hari kian dilupakan karena penampakannya hanya bersifat emosional dan temporer saja. Sumpah Pemuda lahir karena adanya perasaan senasib dan sepenanggungan yang dirasakan oleh rakyat Indonesia pada zaman Penjajahan Kolonial Belanda. Dari penampakan naluri mempertahankan diri inilah yang kemudian mengikat mereka untuk bersatu,  bertekad, berikrar dan bersumpah. Padahal, sumpah ini adalah sumpah yang lemah. Melemah seiring dengan lemah dan hilangya tekanan akibat penjajahan secara fisik. Nada lantang disampaikan oleh Al-Hajar dalam orasinya bahwa “Penjajahan atas bangsa Indonesia masih terjadi di segala lini. Kekayaan-kekayaan alam kita hampir seluruhnya di jual dan dipindah tangankan kepada pihak asing. Dimanakah jiwa-jiwa nasionalisme atau cinta tanah air para wakil rakyat di sana?” Wakil Rakyat yang katanya pengusung paham Nasionalisme seharusnya marah, melawan di saat kekayaan alam bangsa kita dikeruk habis. Tetapi apa yang terjadi, wakil rakyat masih tetap nyaman dengan posisinya sebagai pelayan rakyat. Padahal banyak rakyatnya menjerit sakit karena kemiskinan. Ini tidak lain disebabkan karena para wakil rakyat hanya bekerja di bawah para kepentingan kapitalis asing.

Dalam bentangan spanduk yang dibawa oleh  Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan terpampang tulisan “Demokrasi dan Nasionalisme Gagal, saatnya Revolusi Islam, Tegakkan Syariah dan Khilafah”. Sebuah kalimat yang menunjukkan sebuah Visi Agung, Visi Besar kembali melanjutkan kehidupan Islam. Demokrasi-Kapitalisme-Nasionalisme telah gagal, hanya Islam-lah solusi tuntas dalam menghadapi segala persoalan hidup manusia. Kembali kepada Ideologi Islam dengan menerapkan Syariah dan Khilafah adalah jaminan agar Umat Islam kembali menjadi Khairu Ummah (sebaik-baik Ummat), brand yang telah disematkan oleh Allah Azza wa Jalla kepada Umat Islam. Wallahu ‘alam. ALLAHU AKBAR. [ IW ].




Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02131152


Pengunjung hari ini : 240

Total pengunjung : 420585

Hits hari ini : 614

Total Hits : 2131152

Pengunjung Online: 4