GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Apa Hukum PEMIRA dalam Pandangan Islam

Jumat, 02 November 2012 - 19:19:21 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Riau | Dibaca: 2659x

Tepatnya tanggal 23 Juni 2012 pemilihan raya presiden mahasiswa universitas islam negeri suska Riau berlangsung tidak baik dan diakhiri dengan kericuhan, karena didapatkan tempat pemungutan suara (TPS) ricuh dan kotak suara dibakar oleh mahasiswa di fakultas Pertanian, namun hal ini tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk tetap adanya PEMIRA pada dunia kampus. Bahkan mereka juga tidak segan-segan untuk merogoh kantong yang sangat dalam,untuk memenangkan kandidat yang mereka dukung. menurut Anggara Nopria Densi mahsiswa FKIP UIR ”Calon presiden periode tahun 2011/2012 pada waktu mencari dukungan dan kampanye, itu bisa menghabiskan dana berkisar 10 sampai 15 jutaan bahkan bisa lebih” pertanyaannya apakah mahasiswa ini orang kaya, yang punya banyak uang. Atau ada donatur Exsternal kampus yang membantu pendanaan mereka dari luar (ada kepentingan). Mungkin saja !!

Inilah keadaan mahasiswa dan sistem yang terus berjalan di kampus-kampus, mereka tidak peduli apa yang mereka lakukan. Dan bagaimana Pemira ini dalam pandangan islam, memang betul saat sekarang ini, semenjak Negara yang menerapkan sistem islam telah dihapuskan pada tahun 1924 di turki. Negara-negara menjadi tersekat-sekat. Negara tidak diatur lagi dengan yang namanya agama. Sejak itulah Mustafa kemal memproklamirkan republik turki dan menjadikan sekulerisme pengatur kehidupan dimasyarakat. Jadi hasilnya Negara menjadi bobrok dan gagal (failed State) yang tampak pada saat sekarang ini. Dan salah satu yang terlahir dari demokrasi ialah sistem pemilihan yang di pilih rakyat. Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat dan suara siapa yang terbanyak maka dialah yang akan  memimpin. 

Yang kita kenal dengan Pemilu dalam sistem demokratik, terikat dengan prinsip dan sistem demokrasi-sekuler.misalnya Dalam undang-undang no.12 tahun 2003 Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH.

BAB I KETENTUAN UMUM  Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan: 
Pemilihan umum yang selanjutnya disebut Pemilu adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”. Ini memakai system pencoblosan atau pun contreng yang kita kenal dengan pemilu. Siapa yang suaranya  yang terbanyak dalam pemilihan itu, maka dialah yang terpilih untuk menjadi Dewan Perwakilan Rakyat yang dipilih oleh rakyat. Karena mereka memahami Demokrasi,”kedaulatan ada ditangan rakyat”(vox populi vox dei). Prinsip ini telah menmpatkan rakyat atau wakil rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Terbentuklah dalam sistem negara demokrasi-sekuler yang dijalankan oleh kepala negara (lembaga ekskutif) yang bertugas melaksanakan undang-undang. Dalam pandangan islam Negara sungguhan dalam system demokrasi sumber hukum yang diambil dan diterapkan pada sebuah negara adalah hasil dari hasil pemikiran manusia ,”kedaulatan ada ditangan rakyat”(vox populi vox dei). bukan diambil datangnya dari Al-quran, hadist, qiyas, dan ijmak sahabat. disinilah kekufuran ideologi Demokrasi-sekuler karena pembuat hukum bukanlah Allah SWT, tapi melainkan manusia.

 

Boleh selagi tidak melanggar Syariat Islam

Diatas mengulas tentang sistem dan teknis negara sungguhan. nah bagaimana halnya dalam pemilihan Presiden mahasiswa pada dunia kampus, kalau kita lihat presiden mahasiswa serta kabinet-kabinet kampus sistemnya mengikuti Negara sungguhan, baik rapat, musyawarah, pemilihan, program kerja dan penyebutan jabatannya pun mengikuti seperti Negara sungguhan, mengikuti sistem yang ada. Pada kenyataannya daulah kampus tidaklah seperti itu, mahasiswa hanya mengikuti sistem dan teknisnya saja. mereka tidak ada dipaksa dan dituntut untuk bisa membuat hukum dan merancang undang-undang apalagi menerapkannya, sehingga siapa saja boleh mencalonkan dirinya.

Nah berarti mubah saja bila mahasiswa islam ikut mencalonkan dirinya menjadi Presiden, gubernur fakultas, ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan dll,  pada daulah kampus, inilah hanyalah uslub (cara) agar PEMIRA dikampus terlaksana, mereka diamanahkan hanya menampung aspirasi mahasiswa yang mempunyai masalah dikampus dan bisa memberikan solusinya, mereka dituntut membuat agenda, event, seminar, talkshow. yang sejalan dengan Misi dan visi Badan ekskutif Mahasiswa Universitas. Harapan kita  merekalah yang akan menjadi mendobrak mahasiswa, mengenalkan pentingnya berorganisasi, bukan mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah pulang) yang kaku bila sudah terjun di masyarakat.  

Bisa saja dari kegiatan BEM yang terpilih juga mengadakan pengajian-pengajian, liqoq, diskusi terbuka, aksi damai, mendorong beraktivitas positif, mempunyai usaha-usaha mahasiswa dan melek terhadap berita dunia. sehingga mahasiswa tidak salah niat ketika terpilih menjadi pemimpin daulah mahasiswa,dan tidak ada intervensi-intervensi dari luar. agar tidak terjerumus dalam gelimangan dosa karena apa yang kita pimpin akan di minta pertanggung jawaban dihadapan Allah SWT kelak, akhirnya saya mengucapkan semoga yang terpilih presiden daulah mahasiswa tahun ini, menjadi harapan besar bagi kita dan mendapat Ampunan serta RidhoNYA Allah SWT. Aamiin...   Wassalam..

Sugianto At-Tamaam

 



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02075085


Pengunjung hari ini : 57

Total pengunjung : 404112

Hits hari ini : 100

Total Hits : 2075085

Pengunjung Online: 2