GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

GEMA Pembebasan SulselBar : Bongkar Makar Kenaikan Tarif Dasar Listrik

Senin, 04 Februari 2013 - 16:57:55 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Sulselbar | Dibaca: 1141x
GEMA Pembebasan SulselBar : Bongkar Makar Kenaikan Tarif Dasar Listrik

MAKASSAR,gemapembebasan.or.id - Puluhan aktivis Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat, Sabtu (2/2/13) kembali turun ke jalan untuk menyerukan penolakan atas kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang dilakukan oleh pemerintah sebesar 15 % secara bertahap pada pelanggan rumah tangga di atas 900 VA dan beberapa sektor industri. Aksi ini dimulai pada pukul 09.00 WITA pagi dekat Monumen Mandala, Jl. Jenderal Sudirman, sebelah Selatan pusat Kota Makassar (Lapangan Karebosi). Aksi kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki (longmarch) menuju Gedung DPRD-Sulawesi Selatan dan berakhir pada titik puncak aksi di bawah Flyover Jalan Urip Sumoharjo KM 4 (Simpang Tol Reformasi - Jl. A.P. Pettarani).

Selain berorasi, para aktivis Gerakan Mahasiswa Pembebasan Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat juga membawa sebuah bargainser (meteran listrik) yang terbuat dari kertas kardus yang diseret sepanjang jalan aksi sebagai bentuk simbolis mahalnya harga listrik serta spanduk besar bertuliskan pernyataan yang menolak dan ide solutif permasalahan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) "Bongkar Makar Kenaikan TDL, Lawan dengan Syariah dan Khilafah".

Ahmad Masri Ketua Gema Pembebasan Komsat Unhas dalam orasinya menyatakan bahwa subsidi listrik kepada rakyat yang dilakukan oleh pemerintah tidaklah membebani APBN negara.  Memang seharusnya adalah tugas pemerintah memberikan dan menjamin kesejahteraan rakyatnya, termasuk dalam penyediaan listrik secara murah bahkan gratis. Pemerintah selalu memberikan alasan klasik bahwa mereka sedang menghemat APBN. Listrik membebani APBN negara, tetapi jika sudah berurusan dengan gaji, tunjangan, dan plesiran pejabat negara maka alasan menghemat APBN menjadi hilang. Inilah bukti bahwa penguasa hari ini hanya mementingkan kepentingan perut-perut mereka. Dalih lain yang sering dijadikan oleh pemerintah sebagai senjata pamungkas adalah justifikasi bahwa selama ini subsidi listrik tidak tepat sasaran dimana kebanyakan penggunanya adalah orang yang kaya. Hal ini tentu saja tidak sepenuhnya benar. Sebab selama ini sebagian besar subsidi masih dinikmati oleh kelompok rumah tangga kecil dan menengah.

Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang dibebankan kepada pelanggan rumah tangga di atas 900 VA dan sektor industri tak pelak pada akhirnya hanya akan membuat masyarakat semakin sengsara. Harga barang kebutuhan pokok sudah dipastikan akan naik seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya, sehingga grafik inflasi bisa saja menanjak naik sehingga beban hidup pun akan semakin tinggi.

Sesungguhnya motif dari kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebagaimana halnya subsibdi BBM adalah adanya upaya pemerintah untuk meliberalisasi sektor energi. Ini adalah buah diterapkannya sistem ekonomi kapitalisme-liberal yang memandang bahwa hubungan antara pemerintah dan rakyat adalah sebuah hubungan bisnis belaka dan harus menghasilkan profit atau keuntungan tanpa melihat lagi kepentingan kesejehteraan, pengurusan harta dan pelayanan urusan ummat (ri’ayah syu’unil ummah).

“Listrik  termasuk ke dalam kategori barang milik publik yang harus dikelolah dengan sebaik-baiknya oleh negara untuk kemaslahatan rakyatnya. Listrik tidak boleh dikuasai oleh negara apalagi diprivatisasi oleh elite individu. Dalam sabda Rasulullah SAW yang merupakan salah satu prinsip Ekonomi Islam (Sistem Ekonomi yang Haq) dijelaskan bahwa ‘Manusia berserikat pada tiga hal: air, api dan padang gembalaan.’ (HR. Muslim dan Abu Daud)”, tegas Arief Shidiq dalam pembacaan Pernyataan Sikap Gerakan Mahasiswa Pembebasan. Dalam hal ini, listrik termasuk dalam kategori api (naar). Dengan demikian, listrik harus didistribusikan secara merata sesuai dengan kebutuhan rakyat tanpa ada yang diistimewakan dan atau dikecualikan. [] Indrawirawan

Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02179209


Pengunjung hari ini : 360

Total pengunjung : 431566

Hits hari ini : 1976

Total Hits : 2179209

Pengunjung Online: 1