GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Mahasiswa Serukan Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah

Jumat, 10 Mei 2013 - 20:12:03 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Sulselbar | Dibaca: 6035x

Jumat (10 Mei 2013) - bersama romantisnya gerimis sore kota Makassar, Gerakan Mahasiswa Pembebasan Komisariat Universitas Hasanuddin kembali menggelar tikar revolusinya ditengah-tengah kesibukan mahasiswa yang dikemas dalam diskusi terbuka, Dialog Pembebasan dengan tema “Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah”.

Diawal diskusi, Ahmad Masri sebagai fasilitator memberikan gambaran singkat tentang tema yang diangkat. “Hanya dua point utama yang akan kita perbincangkan sore ini, kata perubahan dan khilafah. Cukup itu saja”. Kemudian ditambahkan oleh beliau bahwa keadaan dunia hari ini kacau balau berada dibawah pimpinan ideologi kapitalisme yang lahir dari rahim sekularisme dan demokrasi sebagai sistem politiknya. Fakta sederhananya, di negeri untaian zamrud khatulistiwa ini ada 173 dari 495 kepala daerah kabupaten/kota ditambah 18 gubernur yang menjadi tersangka kasis korupsi.

Dilanjutkan oleh Indrawirawan (humas GP Unhas) bahwa “sudah habis masanya kita berkiblat pada demokrasi dan Islamlah satu-satunya pilihan”. Indra juga memaparkan secara singkat tentang perubahan sosial yang harus terjadi. Kemudian disambung oleh Rifai dari komsat UIN Alauddin Makassar bahwa mahasiswa cerdas mestinya sudah sadar akan urgensi perubahan ini. Alasan pertama adalah karena konsekuensi iman, kemudian karena sudah dijanjikan oleh-Nya dan harus dijemput untuk menghadirkan kesejahteraan menyeluruh dimuka bumi.

Bertempat di pelataran LT.3 MKU Unahs, dialog rutin yang sudah sampai pada edisi ke 48 berjalan seru, dengan beragam opini yang coba dihadirkan oleh peserta. Salah satunya oleh Fauzi, mahasiswa fakultas ekonomi yang mengutip dari sebuah artikel dikompas bahwa demokrasi masih lebih baik dibanding Khilafah. Namun, degan argumentasi yang kuat, pendapat tersebut ditampik. “Demokrasi buah pemikiran sekuler, dari akal manusia sedang Khilafah lahir dari aqidah Islam yang telah dipecahkan melalui pemikiran cemerlang. Dalam demokrasi juga, yang haram bisa jadi halal dan halal bisa jadi haram ditangan anggota dewan, sedang Islam telah melarang keras manusia untuk membuat aturan hidupnya sendiri apalagi dalam bentuk undang-undang yang tidak mengindahkan hukum syara’”.

Pembicaraan kemudian bergulir pada tantangan-tantangan yang sedang dihadapi oleh umat Islam saat ini dalam memperjuangkan hadirnya institusi Khilafah untuk menaunginya. Kemudian dibahas lagi tanda-tanda kemunculan Khilafah. Tanda-tanda kehadiran fajar kemenangan ini dikupas habis oleh kawan Wahid dari Fakultas Sastra. Salah satunya adalah opini Khialfah yang terus menggema di penjuru dunia. Dari Maroko hingga Merake, dari ujung timur ke ujung barat dunia.

Diakhir diskusi, faslitator menerangkan ancaman bagi orang-orang yang menjadi penghalang syariat berdasarkan tafsir QS. Al-‘Alaq ayat 6-19 bahwa mereka akan ditarik rambutnya dan dimasukkan ke dalam neraka-Nya. Segala kekuatan yang dimiliki tidak berguna sama sekali karena berhadapan dengan malaikat Zabaniyyah yang amat kasar lagi keras dan mendorongnya ke dalam neraka. Aktivis Gema Pembebasan juga tak lupa mengajak semua peserta yang hadir untuk turut menjadi saksi sejarah perubahan ini dengan bergabung bersama 50.000 peserta Muktamar Khilafah Makassar, yang akan digelar tanggal 19 Mei di Gelora Stadion Andi Mattalatta. Semoga generasi kita, generasi abad 21 mampu menorehkan tinta emas sebelum generasi yang baru hadir menggantikan. Amin. [AM]



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02131154


Pengunjung hari ini : 240

Total pengunjung : 420585

Hits hari ini : 616

Total Hits : 2131154

Pengunjung Online: 4