GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

APBN 2014: RAMPOK UANG RAKYAT, BUAH BUSUK LIBERALISME-DEMOKRASI.!

Kamis, 19 Desember 2013 - 17:41:55 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Jakarta Raya | Dibaca: 30964x

APBN yang seharusnya memberi kemakmuran bagi rakyat, tapi justru menjadi bencana. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2014 yang disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 14 November 2013 lalu,

Rakyat kecil mungkin setiap hari merasakan malapetaka akibat keganasan sistem Kapitalis sekarang. Sudahlah pemasukan APBN pendapatan terbesarnya dari rakyat yaitu Pajak sebesar 84%, tetap aja di korupsi pula, Jumlah ini meningkat dibandingkan pendapatan pajak pada 2010 sebesar 78 persen. Memang terlihat dari motivasi pemerintah dalam meracik komposisi APBN adalah merampok rakyat.

Untuk memahami bagaimana APBN ini dikatakan merampok rakyat sebenarnya bisa bisa dengan mudah kita ketahui, ingin penjelasan ilmiah atau penjelasan ideologi semua tergambar dengan telanjang. Bukan berarti penjelasannya subjektif dan tendensius menjelekan tabiat pemerintah sekarang, tapi memang seperti itulah kerangka berfikir kapitalis.

APBN 2014 ditetapkan sebesar Rp. 1.842,49 triliun. dari jumlah itu 70%nya untuk belanja pemerintah dan pembayaran bunga utang Rp 121,2 trilyun. Rencana penerimaan negara dan hibah ditetapkan sebesar Rp. 1.667,14 triliun terdiri dari Pendapatan Pajak Rp. 1.280,39 triliun, Pendapatan Bukan Pajak Rp. 385,39 triliun dan hibah Rp. 1,36 triliun. Sementara defisit Rp. 175,35 triliun akan ditutupi dengan utang.

Disamping postur APBN yang memang menindas rakyat dalam sistem kapitalis, ini diperparah dengan budaya korupsi negeri ini yaitu Hampir 45% dari jumlah APBN
dikorupsi oleh Politisi busuk saat ini,yaitu 30% pada tahap pelaksanaan dan 15% ketika masih dalam rancangan pembahasan dengan DPR, kira-kira sampai ke masyarakat berapa? Padahal bagiannya sudah paling kecil.

Salah satu penyebab dari perampokan sistematis ini adalah ide liberalisme yang lahir dari otak kapitalis dimana pembelajaran ekonomi yang diajarkan diseluruh perguruan tinggi  mengacu pada ide beracun liberalisme dan berkiblat pada barat. Dalam pelajaran Teori Akuntansi misalnya, sebuah perusahaan (bisa negara) yang sehat adalah jika memiliki utang, dan dikatakan buruk jika tidak ada utang. Begitu juga pada mata kuliah perpajakan, sangat ditekankan pada mahasiswa untuk menemukan bagaimana formula yang bagus untuk bagaimana tak ada satupun rakyat yang luput dari pajak.  Direktur Jenderal Pajak, Fuad Rahmany mengatakan akan melakukan upaya ekstensifikasi dan intensifikasi sebagai upaya untuk mengejar penerimaan pajak yang ditargetkan itu. “Kita intinya pada kepatuhan. Kepatuhan kita lihat dari yang sudah membayar pajak tapi belum sebagaimana mestinya, kita kejar lewat program intensifikasi, dan yang belum membayar pajak sama sekali, itu kita kejar lewat program ekstensifikasi,” ujarnya. Inikan artinya pemerintah meminta rakyatlah harus berjuang keras untuk mencapai target APBN tersebut.

Kekacauan berfikir rezim neoliberal ini terlihat dari 3 hal: Asumsi Makro Ekonomi, Konsep Anggaran Berimbang dan Liberalisasi Ekonomi yang mereka susun.

Mudahnya seperti ini.

1.     Asumsi Makro Ekonomi maksudnya adalah sasaran pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi tanpa melihat pertumbuhan riil ekonomi. Jadi hanya otak-atik angka saja.

2.     Konsep Anggaran berimbang atau anggaran defisit yang digunakan pemerintah untuk mengelola APBN adalah dengan pandangan bahwa berutang dipandang perlu untuk pembangunan ekonomi, baik utang Luar Negeri maupun Dalam Negeri. Hingga Agustus 2013 kemaren utang bangsa ini mencapai Rp. 2.177,95 triliun.

3.     Liberalisasi Ekonomi maksudnya negara tidak boleh campur tangan lansung dalam perekonomian. Bentuknya adalah privatisasi perusahaan-perusahaan milik umum yang dikuasai oleh pemerintah menjadi milik swasta.

Inilah gambaran bangsa yang dikelola dengan sistem kapitalis beserta demokrasi sebagai wadahnya. Padahal demokrasilah yang menggerogoti kehidupan bangsa ini. Sendainya demokrasi ini menampakkan wajah aslinya dalam bentuk fisik, tentu tak seorangpun mau melihat bahkan meliriknya pun enggan.

Jadi kalau dikatakan APBN 2014 merampok uang rakyat adalah benar adanya karena mengambil dengan paksa barang milik orang lain, yaitu uang rakyat. Intinya generasi intelektual dan segenap rakyat indonesia mesti berfikir ulang terhadap sistem yang diterapkan saat ini, masihkah percaya pada demokrasi-kapitalis.? Maka sudah saatnya rakyat dan mahasiswa bersatu ganti rezim, ganti sistem. Salam pembebasan.!

Rahmadi (Ketua Gema Pembebasan Komsat Univ. Mercubuana/Wilayah Jakarta)



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02131136


Pengunjung hari ini : 240

Total pengunjung : 420585

Hits hari ini : 598

Total Hits : 2131136

Pengunjung Online: 5