GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Kritisi KTM WTO di Bali

Rabu, 01 Januari 2014 - 12:35:56 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Jatim | Dibaca: 1170x

Penyelenggaraan forum Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang telah digelar di Bali 3 - 6 Desember 2013 lalu, ditanggapi oleh ketua Gerakan Mahasiswa Pembebasan Komisariat Airlangga (GP UA).

“Indonesia sebagai anggota WTO wajib mematuhi seluruh isi perjanjian WTO termasuk standarisasi yang sejatinya menyulitkan Indonesia dalam perdagangan internasional”, kata Ketua GP UA, Ainur Rofiq Aqmal dalam acara Dialogika yang diselenggarakan di danau Kampus C Unair Surabaya, Minggu (15/12/2013).

Produk Indonesia, kata dia, sulit menembus pasar internasional,
ditambah membanjirnya produk asing dalam pasar nasional. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami tantangan. 

Menurut Aynur, Indonesia juga merasakan
diskriminasi dalam perdagangan internasional, dimana negara-negara maju, melakukan proteksi sebagai hambatan perdagangan internasional terhadap produk-produk dari negara berkembang.

"Contoh nyata
ialah pemberhentian impor rokok kretek buatan Indonesia oleh Amerika Serikat. Kasus ini membuktikan suatu tindakan pelanggaran yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Indonesia,” kata Aynur. 

Acara
Dialogika yang diadakan oleh GP UA ini dihadiri juga oleh teman-teman Gema Pembebasan Komsat Unesa dan PMII Malang. [Prayit]

 



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02179210


Pengunjung hari ini : 360

Total pengunjung : 431566

Hits hari ini : 1977

Total Hits : 2179210

Pengunjung Online: 1