GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Pudarnya Indentitas Gerakan Mahasiswa

Senin, 24 Maret 2014 - 21:24:16 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Jabar | Dibaca: 1937x

“Pudarnya Indentitas Gerakan Mahasiswa”

Dalam konteks perubahan, gerakan mahasiswa menjadi isu penting untuk di bahas karena hampir disetiap perubahan rezim dan sistem selalu saja melibatkan mereka di dalamnya. Tidak hanya itu, kebijakan-kebijakan yang tidak memihak pada rakyat kecil selalu saja mahasiswa tampil menjadi pahlawan masyakarat untuk menuntut pemerintah mengubah kebijakan-kebijakan tersebut. Terbukti sepanjang tahun 2013 gerakan mahasiswa cukup menjadi sorotan di media-media nasional dan lokal menentang kebijakan-kebijakan pemerintah misalnya saja soal BBM kemarin.

Namun tidak sedikit kemudian gerakan mahasiswa terjebak dengan cara menyampaikan aspirasi mereka yang mengunakan kekerasan. Contoh yang sangat mencolak kemarin adalah isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), dengan dalih membela kepentingan rakyat gerakan mahasiswa menuntut pemerintah membatalkan niatnya untuk menaikkan harga BBM. Tidak ada yang salah membela kepentingan rakyat, yang salah adalah mengunakan jalan fisik untuk membela, itulah yang perlu di kritisi. Karena dampak aktivitas fisik ini ternyata berdampak negatif pula pada rakyat, misalnya fasiltas-fasiltas umum yang rusak atau aktivitas-aktivitas masyakarat secara umum was-was dan terganggu dengan gaya mahasiswa ini.

Tidak hanya ini kasus BBM saja yang mencerminkan ‘haus’nya gerakan mahasiswa melakukan aksi-aksi kekerasan. Kasus kekerasan yang menimpa gerakan mahasiswa pembebasan palangkaraya misalnya juga perlu di kritisi. Media lokal seperti BANJARMASINPOST.CO.IDmemberitakan Aksi ratusan orang yang mengatasnamakan diri sebagai Gerakan Pemuda Indonesia (GPI) Kalimantan Tengah, melakukan pengerusakan sejumlah fasilitas yang ada disekretariat Gema Pembebasan Palangkaraya. GPI adalah gerakan yang di bentuk dari beberapa elemen gerakan mahasiswa dan pemuda baik itu yang intra kampus maupun yang ekstra kampus. Perbedaan pendapat adalah yang biasa dalam konteks intelektualitas mahasiswa, yang tidak biasa adalah jika perbedaan cara berfikir ini kemudiaan di ungkapkan dengan cara-cara fisik

Jika kita mendefiniskan Gerakan Mahasiswa di Indonesia adalah kegiatan kemahasiswaan yang ada di dalam maupun di luar perguruan tinggi yang dilakukan untuk meningkatkan kecakapan, intelektualitas dan kemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat di dalamnya, maka tidak selayaknya kemudian para aktivis yang tergabung dalam gerakan mahasiswa menggunakan sifat kekerasannya (fisik) menjadi sebuah jalan yang lumrah untuk menyampaikan pendapat atau aspirasinya. Itu pula yang membedakan gerakan mahasiswa berbeda dengan gerakan preman yang mengunakan otot sebagai bentuk ciri khas gerakannya. Wal hasil, kita tidak bisa menyalahkan jika mahasiswa mengunakan kekerasan dalam menyampaikan pendapatnya di sebut gerakan preman karena intelektualitas telah hilang yang kalah dengan emosi. Kita juga tidak bisa menyalahkan jika masyarakat tidak mendukung gerakan mahasiswa dalam mengusung perubahan karena indentitas intelektual-isme itu telah hilang dengan sendirinya dan berganti dengan indentitas preman-isme.

Lahirnya gerakan-gerakan mahasiswa berindentitas agen of change yang mengambil jalan kekerasan dalam mengusung perubahan  tidak bisa di pandang sepele atau biasa saja, karena ini akan berakibat fatal bagi perubahan itu sendiri. Ini juga bisa menjadi jebakan bagi pemerintah atau tokoh-tokoh politik tertentu untuk mendeskriditkan peran gerakan mahasiswa mengusung perubahan. Yang paling nampak dari itu semua adalah hilangnya dukungan masyarakat terhadap mereka untuk mengusung perubahan. Perubahan tidak akan terjadi tanpa dukungan masyakarat, hal itu sangat mustahil karena gerakan mahasiswa adalah salah satu komponen kecil dari masyarakat, dan komponen yang lebih besar dari itu yang masyakarat itu sendiri, jadi perubahan tanpa dukungan komponen yang lebih besar bisa kita katakan itu sangat mustahil. Itulah kenapa pentingnya pentingnya meraih dukungan masyarakat dalam mengusung perubahan.

Berfikir Pokok Kebangkitan

Setiap orang berperilaku, bertindak atau berbuat selalu berdasarkan pemahamannya, sedangkan pemahaman itu lahir dari berfikir seseorang. Sederhananya, untuk merubah seseorang harus dengan merubah pemahamannya, dan untuk merubah pemahaman seseorang harus merubah cara berfikirnya. Gerakan mahasiswa terbentuk karena ada satu pemahaman yang sama diantara aktivis mahasiswa yang tergabung didalamnya, ada satu cara berfikir sama yang di gunakan di dalamnya. Karenanya mustahil perubahan yang di idam-idamkan terwujud tanpa perubahan cara berfikir terlebih dahulu. Maka tepat jika kita mendefinisikan bahwa kebangkitan adalah meningkatnya taraf pemikiran, karena dari berfikirlah orang akan memulai perubahan atau kebangkitan dalam dirinya.

Untuk mendapat dukungan masyarakat, maka tidak ada pilihan lain bagi gerakan mahasiswa kecuali menyamakan persepsi masyarakat dengan persepsi mereka. Masyarakat harus mengetahui betul perubahan yang seperti apa yang di inginkan oleh gerakan mahasiswa. Point pentingnya adalah masyarakatlah yang harus mengikuti gerakan mahasiswa bukan mahasiswa yang mengikuti masyarakat, karena posisi masyarakat tidak dalam keadaan sadar/melek politik, masyarakat adalah korban dari kejahatan-kejahatan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan yang mereka buat.

Namun untuk menyamakan persepsi antara gerakan mahasiswa dan masyarakat maka tidak ada pilihan kecuali mengubah pemahamannya, mengubah pandangannya dan tentunya mengubah cara berfikirnya.  Ini semua bisa dilakukan hanya dengan melakukan aktivitas berfikir, berdiskusi dengan masyarakat mencerdaskan mereka dengan padangan politik yang di miliki oleh gerakan mashasiswa bukan dengan padangan politik yang lain. Adakah masyarakat yang mau berubah dengan gaya kekerasan? Itu mustahuil, semua harus di awali dengan berfikir. 

Jika melihat definisi dari kebangkitan tadi adalah meningkatnya taraf berfikir, maka layak pula mahasiswa di definisikan sebagai agen of change (agen perubahan). Kenapa? Karena indentitas utama dari mahasiswa intelektualitasnya (cara berfikirnya) bukan yang lain. Identitas inilah yang membuat justru mahasiswa berbeda dengan gerakan-gerakan lain, mereka di takuti oleh pemerintah karena  sifat mereka yang kritis dan jika indentitas ini muncul dan menjadi ikon utama mahasiswa, maka jebakan-jebakan untuk menjatuhkan gerakan mahasiswa pasti akan mudah di baca oleh mereka.Sekali lagi perubahan adalah hal yang mutlak terjadi dan mahasiswa adalah agennya. Intelektualitas inilah yang kemudian menjadikan gerakan mahasiswa berbeda.

Islam Landasan Berfikir

Masyarakat saat ini, jika ingin menghendaki kebangkitan mau tidak mau mereka harus mengambil satu ideologi yang benar untuk menjadi asas berfikir mereka. Bagi gerakan mahasiswa islam, seharusnya islam adalah akidah/ ideologi yang menjadi arahan kehidupan mereka. Dengan ideologi islamlah mereka kemudian menyelesaikan seluruh problematika keseharian mereka. Dengan landasan ideologi islam pula lah harusnya menjadi acuaan untuk melakukan perubahan, mendidik masyakarat kampus dengan islam begitu juga mendidik masyarakat umum dengan cara mengubah cara berfikir mereka tentang hidup ini, dan memahamkan mereka untuk selalu terikat dengan syariat Allah secara menyeluruh. Sebagai mana yang dilakukan oleh Rasulullah kepada masyarakat madinah.

 

#KMI4Revolution

Pengurus Wilayah Gema Pembebasan Jawa Barat  



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02075093


Pengunjung hari ini : 57

Total pengunjung : 404112

Hits hari ini : 108

Total Hits : 2075093

Pengunjung Online: 2