GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Tolak Pesta Demokrasi, Pilih Syariah & Khilafah

Sabtu, 29 Maret 2014 - 07:45:22 WIB
120px-Logo_gp

Jakarta, 25 maret 2014

 

Ricky Fattamazaya

Sekjen  PP  GEMA Pembebasan

Email/HP : pasusgp@yahoo.co.id / 0823 9037 5415

' />
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Jakarta Raya | Dibaca: 2647x

Pada tanggal 9 April nanti Indonesia akan kembali menggelar pesta demokrasi. Untuk menggelar Pesta lima tahunan tersebut Komisi Pemilihan Umum (KPU) membutuhkan alokasi anggaran untuk pemilu 2014 yakni pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD sebesar Rp14,4 triliun.  Dana tersebut juga sudah termasuk untuk pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) dan Wakil Presiden putaran pertama dan kedua.

Sistem politik demokrasi membuat kontenlasi di dalam pemilu jadi sangat mahal, persaingan sangat ketat dan peluang berhasil sangat kecil. Peluang seorang caleg hanya 10%. Untuk DPR ada 560 kursi, DPD ada 132 kursi, DPRD provinsi ada 2.112 kursi dan DPRD Kabupaten Kota 16.895 kursi. Total nasional ada 19.699 kursi. Jumlah kursi sebanyak itu diperebutkan oleh sekitar 200 ribu caleg DPR, DPD, DPRD I dan DPRD II. Artinya, hanya 10% caleg yang akan berhasil. Sekitar 180 ribu caleg atau 90 % dipastikan akan gagal. Persaingan itu untuk kursi DPR malah lebih ketat lagi. Jumlah 560 kursi diperebutkan oleh 6.607 caleg. Hanya 8,5% yang akan lolos ke senayan. Sebanyak 6.047 caleg DPR dipastikan akan gagal. Anggaran dana yang sangat besar dalam prosesi penyelenggaraan pemilu 2014 ternyata mempunyai kans dalam mengundang “tikus-tikus” politik untuk melakukan tindak korupsi.  Hal ini sudah dibuktikan oleh pernyataan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto. “Pada pemilu-pemilu sebelumnya selalu ada kasus yang menjebol keuangan negara, “ tegas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto. Beliau menyimpulkan bahwa angka korupsi di Indonesia semakin meroket menjelang pemilu. (Sumber : Republika, 4/12/13)

Maka tidak heran, pada Selasa (3/12/13), Transparency International (TI) kembali meluncurkan Corruption Perception Index (CPI) atau indeksi tingkat persepsi publik terhadap korupsi secara global. Indeks persepsi korupsi Indonesia pada tahun ini masih lebih buruk dari sejumlah negara miskin Afrika. Saudara, pada CPI 2013 kali ini, Indonesia mendapatkan nilai skor sebesar 32 poin dan menempati peringkat ke-114 dari 177 negara. Nilai yang diraih Indonesia ini masih kalah dengan sejumlah negara dari Afrika yang tergolong miskin, seperti Ethiopia dan Tanzania, dengan nilai 33 poin.  (Republika, 4/12/13). Bisa dikatakan bahwa setiap tahunnya, Indonesia senantiasa menyelenggarakan pemilu dengan anggaran yang sangat besar dan disaat yang sama pula anggaran yang besar dirampok setelah mereka mendapatkan kursi kekuasaan.  Padahal, di sisi lain, kemiskinan, pengangguran, dan problematika rakyat masih belum terselesaikan.  Sungguh ironis !

Demokrasi yang katanya merupakan pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat ternyata hanyalah utopia. memang betul mereka dipilih oleh rakyat tapi apakah mereka memperjuangkan kepentingan rakyat.? Buktinya di negeri ini ada 76 UU pesanan asing (IMF, Bank Dunia, USAID)  yang telah disahkan, tengok saja UU Migas, UU Penanaman Modal, UU Kelistrikan, UU Sumber Daya Air, UU Perguruan Tinggi  yang akibatnya seluruh kebutuhan bahan pangan, bbm, listrik dan biaya pendidikan terus merangkak naik dan disaat yang sama 70-80% SDA/SDE/Migas rakyat Indonesia dikuasai Asing.!

Dari gambaran fakta inilah, GEMA Pembebasan menyatakan :

1.   menyeru rakyat Indonesia untuk menolak Pesta Demokrasi yang hanya merupakan gelaran konyol untuk menipu dan membohongi rakyat Indonesia yang telah terpuruk, dimana melalui mekanisme pesta demokrasi terjadi perampokan besar besaran uang negara yang dilakukan oleh elit politik busuk. sungguh ini merupakan pengkhianatan dan  kedzaliman terhadap rakyat Indonesia.

2.   menyeru rakyat Indonesia untuk mencampakkan Demokrasi yang telah terbukti  gagal total  dan tak mampu membawa indonesia kepada perubahan dan kebangkitan yang hakiki, malah justru dengan demokrasi, Indonesia semakin jatuh pada jeratan penjajahan asing dan jurang kesengsaraan.

3.   menyeru rakyat Indonesia untuk memilih solusi baru yakni Syari'ah Islam  dalam bingkai negara Khilafah yang memang sangatlah dibutuhkan oleh Indonesia, bahkan dunia.  Hanya hukum Allah SWT berupa Syari'at Islamlah yang mampu menyejahterakan ummat manusia.  Hal ini sudah digambarkan dengan jelas dalam firman Allah SWT : “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A'raf [7]:96)

120px-Logo_gp

Jakarta, 25 maret 2014

 

Ricky Fattamazaya

Sekjen  PP  GEMA Pembebasan

Email/HP : pasusgp@yahoo.co.id / 0823 9037 5415



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02075097


Pengunjung hari ini : 57

Total pengunjung : 404112

Hits hari ini : 112

Total Hits : 2075097

Pengunjung Online: 2