GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Mimbar Pembebasan: Riuh Ideologi Islam di Losari

Senin, 31 Maret 2014 - 10:19:56 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Sulselbar | Dibaca: 1551x
Makassar (29/03/2014), Gerakan Mahasiswa Pembebasan Wilayah Sulawesi Selatan-Barat (Sulselbar) menggelar Mimbar Pembebasan dengan tema “Sikap Politik Pemuda: Masihkah Percaya Pada Politik Demokrasi?”. Acara mimbar pembebasan yang bertempat di Anjungan Pantai Losari dimulai pada pukul 20.30 WIB. Daeng Aslan, selaku host acara membuka acara dan sebelum beralih ke dialog publik, terlebih dahulu Sanggar Seni Pembebasan tampil dengan menyanyikan mars Gema Pembebasan. Arief Shidiq Pahany selaku narasumber, dan Ketua Gema Pembebasan Wilayah SulSelBar memaparkan pernyataannya mengenai pemilu demokrai yang memakan biaya besar sehingga menyebabkan para caleg ketika terpilih laten menjalankan prektek korupsi. 
Mimbar Pembebasan 
Narasumber kedua acara mimbar pembebasan, Muhammad Hilal yang juga merupakan Ketua Gema Pembebasan Kota Makassar menegaskan, selain korupsi yang dilakukan para caleg, ketika terpilih banyak RUU yang dibuat tidak mengaerah kepada rakyat, melainkan mengarah kepada pemilik modal yang membiayai kempanyenya.
sesi dialog 
Penanggung Jawab (PJ) acara Mimbar Pembebasan, Harly Yudha Priyono mengatakan dilaksanakannya mimbar pembebasan merupakan salah satu Agenda Gerakan Mahsiswa (GEMA) Pembebasan Wilayah SulSelBar yang bertujuan mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat atas permasalahan bangsa. Dan sesuai dengan tema hari ini, pemilu demokrasi merupakan masalah besar. Pasalnya, pangkal kerusakan negeri ini akibat demokrasi, jika masih mempertahankan demokrasi sama saja bunuh diri. Apalagi demokrasi bukan berasal dari Islam, dan sangat bertentangan dengan Islam. Dan pemilu demokrasi tidak meghasilkan perubahan, demikian karena sistemnya sudah rusak. Selain diskusi dan live musik, acara ini juga beragendakan pembagian pernyataan sikap Gema Pembebasan, Tolak Pemilu Demokrasi : Pilih Syariah dan Khilafah kepada masyarakat kota Makassar di sekitar Anjungan Pantai Losari.
mimbar jalanan aslan 
Kreativitas panitia Mimbar Pembebasan dengan penyuguhan musik akustik dari Sanggar Seni Pembebasan yang membawakan lagu Politik Islam dan kritik atas problem bangsa, menambah antusias pengunjung Pantai Losari memadati area Mimbar Pembebasan. Harapannya edukasi tetang Syariah dan Khilafah dapat terus bergema sekalipun di tengah santai warga Kota Makassar, walau tanpa batas-batas formalitas.
 pernyataan sikap
Tepat pukul 22.30 WITA, acara mimbar pembebasan ditutp oleh Daeng Aslan selaku host Mimbar pembebasan. Para pengunjung pun mengapresiasi kegiatan Mimbar Pembebsan yang sangat mengedukasi masyarakat. Acara ditutup, dengan rangkaian kata Host yang tetap mengkritik dan menghukumi kekufuran demokrasi. [HYP]


Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02131132


Pengunjung hari ini : 240

Total pengunjung : 420585

Hits hari ini : 594

Total Hits : 2131132

Pengunjung Online: 5