GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

KMI4Revolution:Perubahan Tanpa Kekerasan Menuju Kebangkitan Indonesia

Senin, 28 April 2014 - 13:59:32 WIB

Oleh karena itu lanjut Mufid, harusnya mahasiswa peka terhadap persoalan masyarakat dan dengan istimewanya mahasiswa dalam pandangan masyakarat seharusnya mereka lebih ganas "maksud ganas disini mereka harus lebih serius melakukan perubahan meskipun para penguasa negeri ini tidak menginginkannya" jelasnya.

Dalam acara yang mengusung tema "KMI4Revolution: Perubahan tanpa Kekerasan Menuju Kebangkitan Indonesia" ini, Firmansyah mengatakan gerakan mahasiswa pembebasan lahir untuk menjawab kegagalan reformasi. "Berbeda dengan gerakan lain yang hanya sibuk menumbangkan rezim yang ada tetapi gema pembebasan memandang bahwa persoalan negeri ini bukan persoalan rezim tetapi ada sebuah sistem yang membuat rezim tersebut menjadi boneka asing dan mengakibatkan penderitaan rakyat yang tidak berkesudahan, inilah yang disebut sistem demokrasi sekuler" katanya

Lebih lanjut dia mengatakan jika negeri ini mengalami masalah pada pada persoalan sistemik, maka masalah tersebut harusnya di jawab juga dengan solusi sistemik, "inilah gagasan revolusi yang dimaksud oleh gema pembebasan, karenanya gema pembebasan menawarkan ideologi islam sebagai ganti sistem demokrasi sekuler" jelas Firman yang juga menjadi salah satu orator pada saat acara kongres mahasiswa indonesia ini.

Ipank sendiri mengatakan sudah saatnya mahasiswa meninggalkan demokasi sekuler ini, "karena inilah akar masalanya dan inilah common enemy" ungkapnya. Tidak hanya itu lanjut Ipank mahasiswa harus mengusung islam sebagai ganti dari sistem demokrasi sekuler ini, "kenapa harus islam? Karena islam tidak hanya mengatur spiritual saja tetapi juga mengatur sistem politik, oleh karena itu adanya dikotomi spiritualitas dan politik dalam islam adalah bentuk pembedohan" ungkapnya retorik

Dalam acara reuni ini di hadir sekitar 50 mahasiswa dari berbagai kampus seperti Universitas Islam Negeri SGD, Universitas Islam Bandung, STKS, Politeknik Piksi Ganesa, ITB, Universitas Sangga Buana, Universitas Telkom, dan tuan rumah Politeknik LP3I Bandung. [al/MA Press/MP Press]

' />
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Jabar | Dibaca: 2038x
Dok] #KMI4Revolution
Gema Pembebasan Mengadakan Reuni Alumni Perserta KMI 2014

Bandung, MP Press - Gerakan Mahasiswa Pembebasan Kota Bandung mengadakan reuni alumni pesertar Kongres Mahasiswa Indonesia 2014 yang bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik LP3I Bandung di aula LP3I minggu (27/04). Menghadirkan pembicara ketua pelaksana KMI 2014 Mufid Dahlan, Ketua Gema Pembebasan Pusat Firmannsyah Mahiwa, dan Deklarator Seruan Mahasiswa Pembebasan Ipank Fatin Abdullah.

Mufid Dahlan mengatakan peran mahasiswa sangat vital dalam perubahan masyarakat. "mahasiswa punya idealisme dan independensi yang tinggi sehingga dalam pandangan masyarakat mahasiswalah elemen yang 'ikhlas' yang ingin menolong mereka" ungkapnya.

Oleh karena itu lanjut Mufid, harusnya mahasiswa peka terhadap persoalan masyarakat dan dengan istimewanya mahasiswa dalam pandangan masyakarat seharusnya mereka lebih ganas "maksud ganas disini mereka harus lebih serius melakukan perubahan meskipun para penguasa negeri ini tidak menginginkannya" jelasnya.

Dalam acara yang mengusung tema "KMI4Revolution: Perubahan tanpa Kekerasan Menuju Kebangkitan Indonesia" ini, Firmansyah mengatakan gerakan mahasiswa pembebasan lahir untuk menjawab kegagalan reformasi. "Berbeda dengan gerakan lain yang hanya sibuk menumbangkan rezim yang ada tetapi gema pembebasan memandang bahwa persoalan negeri ini bukan persoalan rezim tetapi ada sebuah sistem yang membuat rezim tersebut menjadi boneka asing dan mengakibatkan penderitaan rakyat yang tidak berkesudahan, inilah yang disebut sistem demokrasi sekuler" katanya

Lebih lanjut dia mengatakan jika negeri ini mengalami masalah pada pada persoalan sistemik, maka masalah tersebut harusnya di jawab juga dengan solusi sistemik, "inilah gagasan revolusi yang dimaksud oleh gema pembebasan, karenanya gema pembebasan menawarkan ideologi islam sebagai ganti sistem demokrasi sekuler" jelas Firman yang juga menjadi salah satu orator pada saat acara kongres mahasiswa indonesia ini.

Ipank sendiri mengatakan sudah saatnya mahasiswa meninggalkan demokasi sekuler ini, "karena inilah akar masalanya dan inilah common enemy" ungkapnya. Tidak hanya itu lanjut Ipank mahasiswa harus mengusung islam sebagai ganti dari sistem demokrasi sekuler ini, "kenapa harus islam? Karena islam tidak hanya mengatur spiritual saja tetapi juga mengatur sistem politik, oleh karena itu adanya dikotomi spiritualitas dan politik dalam islam adalah bentuk pembedohan" ungkapnya retorik

Dalam acara reuni ini di hadir sekitar 50 mahasiswa dari berbagai kampus seperti Universitas Islam Negeri SGD, Universitas Islam Bandung, STKS, Politeknik Piksi Ganesa, ITB, Universitas Sangga Buana, Universitas Telkom, dan tuan rumah Politeknik LP3I Bandung. [al/MA Press/MP Press]



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02175611


Pengunjung hari ini : 32

Total pengunjung : 430720

Hits hari ini : 125

Total Hits : 2175611

Pengunjung Online: 10