GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Tolak Hasil Pileg 2014; Cacat, Bathil dan Gagal

Jumat, 09 Mei 2014 - 02:26:06 WIB

' />
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Jakarta Raya | Dibaca: 1580x

Bulan April digadang-gadang sebagai pesta rakyat yang menentukan arah Indonesia lima tahun mendatang dengan terlaksananya pemilihan legislatif tanggal 9 April 2014 lalu. Berbagai lembaga quick count telah melansir prediksi pemenang pileg yang akan menduduki jabatan lima tahun mendatang. Partai di urutan tiga (3) teratas yakni PDI-P memperoleh 19,23 persen suara; Partai Golkar 15,2 persen; Partai Gerindra 11,76 persen (quick count Kompas). Hanya saja perlu diperhatikan bahwa di tengah ramainya prediksi tersebut, banyak lembaga survei yang mendapati  kecurangan-kecurangan di dalam pemilihan legislatif tersebut mulai dari intervensi, manipulasi suara hingga politik uang.


Hasil pemantauan jaringan ICW di 15 daerah menunjukan bahwa terdapat beberapa jenis pelang­garan. Di antaranya adalah politik uang, pemberian barang, dan pemberian jasa. “Pemberian uang ada 33 kasus, pemberian barang 66 kasus seperti alat rumah tangga, bahan bakar, kitab suci, dan pemberian jasa 14 kasus seperti layanan kesehatan, layanan pendidikan, dan janji uang”. Hal  ini dilakukan merata oleh partai politik peserta pemilu. Partai Golkar 23 kasus, Partai Amanat Nasional (PAN) 19 kasus, Partai Demokrat 17 kasus, Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) 13 kasus, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 12 kasus, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 10 kasus, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 9 kasus, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 8 kasus,  Partai Bulan Bintang (PBB) 7 kasus, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) 6 kasus, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 2 kasus, Partai Keadilan dan Persatuan Indonedia (PKPI) 1 kasus. Semua kasus di atas belum ditambah modus-modus kecurangan lainnya untuk memenangkan calon tertentu dari masing-masing partai.


Tanggal 9 Mei 2014, sesuai dengan rencana agenda KPU pusat, akan dibacakan hasil rekapitulasi jumlah total seluruh suara pileg secara nasional. Namun sebelum hasil rekapitulasi di umumkan, berbagai kecurangan dalam pemilu mengemuka dan tak terhitung banyaknya. para peserta pileg tak bisa lepas dari drama saling tuding. Pihak yang merasa dicurangi pun berbondong-bondong mengumpulkan fakta dan data untuk dijadikan bukti yang nantinya akan diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Hal ini sesungguhnya adalah noda yang menjadikan pileg 2014 cacat dan gagal.


Persoalan yang begitu banyak timbul dalam pemilihan legislatif sebenarnya merupakan sebuah konsekuensi wajar dalam sistem politik demokrasi yang diterapkan di negeri ini. Asas demokrasi adalah sekulerisme, asas ini menimbulkan paradigma yang salah dalam memandang kekuasaan. kekuasaan semata-mata dilihat sebagai alat pengumpul kekayaan. Oleh karena itu wajar jika peserta pemilu menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Mahalnya ongkos demokrasi juga meniscayakan peserta pemilu berkomplot dengan kapital. Pada akhirnya segala peraturan yang lahir hanya menguntungkan para cukong. Tak hanya itu demokrasi sebagai sebuah sistem pemerintahan meniscayakan proses politik ‘dagang sapi’ atau politik transaksional yang pada akhirnya rakyat dilupakan bahkan dibodohi secara sistemik.  Selama negara ini masih menerapkan sistem demokrasi, maka selama itu pula negara ini tidak akan pernah terlepas dari berbagai persoalan yang membelenggu ibarat berada dalam lingkaran setan.

 Oleh karena itu, kami Gerakan Mahasiswa Pembebasan Menyatakan ‘Tolak Hasil Pemilihan legislatif 2014’ dengan alasan :

1. Pemilu legislatif 2014 bathil karena lahir dari sistem demokrasi kufur yang berasaskan sekulerisme yang menegasikan peran Allah SWT sebagai AlKhaliq AlMudabbir (Pencipta sekaligus sebagai Pengatur).   

2. Pemilu legislatif 2014 cacat karena mekanisme yang digunakan berasal dari sistem demokrasi-sekuler yang sarat “politik transaksional dan oportunistik”.

3. Pemilu legislatif 2014 gagal karena terbukti secara nyata dipenuhi dengan berbagai kecurangan, kecacatan, dan sistem seperti ini jelas-jelas tidak akan mampu membawa perubahan.

4. Tolak pemilu-demokrasi, saatnya menuju perubahan hakiki melalui jalan Revolusi Islam untuk mengganti sistem demokrasi dan bergerak bersama menegakkan institusi politik Islam yakni Khilafah Islamiyah.


Jakarta, 09 Mei 2014
Ricky Fattamazaya
Sekjen PP. GEMA Pembebasan
HP:0823 9037 5415          

 

 

 

 




Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02179274


Pengunjung hari ini : 361

Total pengunjung : 431567

Hits hari ini : 2041

Total Hits : 2179274

Pengunjung Online: 3