GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

BBM Naik Kado Pahit Rezim Jokowi Neolib

Rabu, 03 Desember 2014 - 02:11:21 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Jakarta Raya | Dibaca: 1084x
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut akibat tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat)  perbuatan mereka, agar mereak kembali (ke jalan yang benar)” (TQS. Ar Rum[30]; 38)
Selasa 18 November 2014, Presiden yang baru saja dilantik, secara resmi dengan cepat menaikkan harga BBM yaitu naik Rp. 2000 rupiah dari harga sebelumnya. Walau pun banyak pihak yang menentang namun Rezim Jokokwi-JK tetap menjalankan kebijakan ini.  
 
Banyak sekali alasan-alasan konyol yang mereka lontarkan. Alasan yang sering mereka lontarkan adalah subsidi BBM membebani APBN, sebenarnya  subsidi BBM bukan dihapuskan, melainkan dialihkan untuk yang lain. Dengan cara ini, maka dapat menghemat anggaran hingga 100 triliyun. Padahal angka ini  pun belum pasti kebenarannya bahkan rakyat  pun takkan pernah tahu apakah subsidi ini benar-benar dialihkan atau tidak.
 
Namun yang pasti adalah rakyat semakin tercekik dengan berbagai himpitan hidup yang semakin berat. “Sudah jatuh, tertimpa tangga, kena duri pula” itulah gambaran yang dapat menjelaskan keadaan rakyat setelah disahkannya kebijakan dzalim ini.
 
Bagaimana tidak, rakyat seluruhnya pun merasakan harga-harga barang maupun jasa menjadi semakin mahal. Mulai dari sembako, sayur mayur, rempah, hingga masalah biaya sekolah. Setiap hari kita lihat media mssa begitu banyak penampakan yang menyedihkan dari keadaan rakyat, misalkan saja kisah seorang tukang ojek yang semakin sulit mendapatkan penumpang dengan harga yang ia naikkan, maka akhirnya pulang kerumah pun ia hanya membawaRp.  5000 rupiah. 
 
Alasan Pemerintah selanjutnya yang sering digembar-gemborkan untuk membodohi rakyat adalah subsidi BBM salah sasaran. Sehingga dari pada salah sasaran maka lebih baik subsidi ini di alihkan ke  sektor yang lain yaitu sektor produksi. 
 
Kalau pun pernyataan ini benar, pertanyaannya adalah apa hubungan subsidi salah sasaran dengan mengalihkan subsidi?  Seharusnya apabila masalahnya memang salah sasaran, seharusnya solusi yang dilakukan adalah buat mekanisme tertentu agar penggunaan BBM bersubsidi ini tepat sasaran. Namun pemerintah tak pernah memikirkan sama sekali solusi seperti demikian.
 
Karena memang, pernyataan Pemerintah mengenai subsidi salah sasaran adalah pembohongan dan pembodohan yang sangat kejam kepada rakyatnya sendiri. Bagaimana tidak bohong? hasil Sensus Ekonomi Nasional tahun 2010 saja menunjukan bahwa penggunaan BBM 65% adalah rakyat kelas bawah dan miskin, 27% menengah, 6% menengah keatas dan hanya 2% orang kaya. Bagaimana tidak pembodohan, subsidi sejatinya adalah milik seluruh rakyat tanpa melihat ia kaya atau miskin. Namun sekarang mereka mempermasalahkan siapa saja yang menggunakan subsidi tersebut.
 
Oleh karena itu, kebijakan yang jelas mendzalimi, membodohi dan membohongi rakyat ini wajib untuk ditolak oleh seluruh rakyat, terutama mahasiswa. Ia harus berada di garis terdepan untuk memimpin rakyat melakukan perlawanan terhadap kebijakan semacam ini. 
 
Inilah akibat apabila hak membuat  hukum diberikan kepada manusia. Sejalan dengan firman Allah SWT. surat Ar Ruum ayat 38, akibat dari kebijakan yang tidak berpegang teguh kepada aturan Allah ini telah nyata menimbulkan kerusakan dengan banyaknya kesengsaraan. Solusinya, telah jelas Allah gambarkan bahwa “kerusakan itu Allah turunkan  agar mereka kembali ke jalan yang benar”. Maka hanya satu solusinya yaitu terapkan aturan Allah secara menyeluruh dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini hanya akan terwujud dalam sistem Islam yaitu Khilafah. Sebaliknya tak akan pernah terwujud dalam sistem Demokrasi yang memisahkan antara aturan agama dengan kehidupan (sekuler). Oleh karena itu solusinya adalah terapkan Syariah dalam bingkai Khilafah.  Inilah satu-satunya semangat dan tujuan  agung, yang pantas untuk mahasiswa teriakkan dan perjuangkan hingga titik darah penghabisan.
 
Febi Rizki Rinaldi
Aktivis GEMA Pembebasan Komsat Univ. Negeri Jakarta 



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02234672


Pengunjung hari ini : 39

Total pengunjung : 442092

Hits hari ini : 134

Total Hits : 2234672

Pengunjung Online: 5