GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Rezim Ruwaibidhoh

Rabu, 03 Desember 2014 - 02:16:06 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Jakarta Raya | Dibaca: 1954x
“Akan datang kepada kalian masa yang penuh dengan tipudaya; ketika orang-orang akan mempercayai kebohongan dan mendustakan kebenaran. Mereka mempercayai para pengkhianat dan tidak mempercayai para pembawa kebenaran. Pada masa itu, ruwaibidhah akan berbicara.” Mereka bertanya, “Apakah itu ruwaibidhah?” Rasulullah berkata, “Ruwaibidhah adalah orang-orang bodoh (yang berbicara) tentang urusan umat.” (HR Ibnu Majalah dari Abu Hurairah ra.)
 
Gambaran sabda Nabi Muhammad SAW tersebut setidaknya dapat kita rasakan di abad ini. Betapa tidak, rezim terus berganti namun bukan perubahan nyata yang terjadi tapi sebaliknya janji manis penuh kebohonganlah yang terus diumbar oleh para politisi. Semakin membuat kita pun muak tatkala janji janji kesejahteraan yang nyatanya adalah omong kosong menjadi tameng rezim demokratis yang sedang memimpin negeri ini, tameng atau kamuflase dari topeng pengkhianatan mereka yang telah diperbudak oleh kapital asing atas nama globalisasi, liberalisasi, demokrasi ekonomi dan sejumlah slogan dan ide busuk penjajahan gaya baru. Dan saat inilah gambarany rezim penguasa yang disebut Nabi Muhammad SAW itu muncul, rezim ruwaibidhoh.

Rezim ruwaibidhoh adalah rezim yang dipenuhi dengan orang orang tolol yang berbicara atas nafsu dan kepentingan politik yang landasannya adalah kepentingan perut, otaknya dipenuhi dengan nafsu materi, tindak tanduknya menghamba pada setan kapitalisme penghisap darah rakyat.! 
Lihatlah bagaimana para politisi di senayan saat ini berebut kursi kekuasaan, tapi undang undang yang dilahirkan bukan untuk kepentingan rakyat namun berdasar hawa nafsu kepentingan segelintir orang yang punya modal, yakni korporasi asing.
 
Dengan dalih Investasi untuk pembangunan padahal nyatanya penghisapan harta kekayaan rakyat melalui pajak dan asuransi berkedok jaminan ini itu. Dengan dalih Investasi untuk pemberdayaan potensi negeri nyatanya perampokan sumber daya alam oleh kapital asing secara besar besaran telah terjadi, tak tanggung tanggung asset negara pun dijual kesana sini.
 
Tatkala Rakyat pun muak dengan realitas bobrok kapitalisme, kaum muda pun kritis dan melakukan perlawanan membongkar topeng rezim boneka asing ini, dengan idealisme dan intelektualitasnya melakukan kritik tajam untuk membebaskan negeri yang masih terus dikangkangi penjajahan, Rezim Ruwaibidhoh iini berubah menjadi Rezim yang tidak saja tolol namun bermetamorfosa menjadi Rezim tak tahu malu yang acuh tak acuh, mendadak buta, tuli dan bisu seperti binatang ternak yang dengan ketololannya hanya mau diperbudak oleh kapital asing. 
Lihatlah bagaimana rezim saat ini ketika dimintai pertanggungjawaban terhadap aksi kritis mahasiswa yang menolak pencabutan subsidi untuk rakyat yang sudah seharusnya menjadi kewajiban negara, wakil presiden Jusuf Kalla dengan angkuhnya berkata “paling aksinya hanya bertahan 2 minggu”, begitu pula ketika  presiden Jokowi dimintai pertanggungjawaban atas korban  represif aparat kepolisian terhadap meahasiswa disejumlah daerah bahkan mahasiswa dimakassar hilang nyawa pun, dengan munafiknya Jokowi berkomentar “itu bukan urusan saya”
 
Sungguh Rezim Demokratis ini telah menunjukkan kecongkakannya, membunuh rakyat secara perlahan dengan mencabut subsidi, membungkam mahasiswa dengan aksi represif aparat yang dibiayai oleh uang rakyat. 
Tidakkah mereka paham dengan pesan Rasulullah SAW :
“Adalah Kenabian (nubuwwah) itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, yang ada atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang menempuh jejak kenabian (Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah), yang ada atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Kekuasaan yang menggigit (Mulkan ‘Aadhdhon), yang ada atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Kekuasaan yang memaksa (diktator) (Mulkan Jabariyah), yang ada atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya, apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang menempuh jejak Kenabian (Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah). Kemudian beliau (Nabi) diam.” (HR. Ahmad)
 
Maka kami tegaskan kepada rezim ruwaibidhoh itu bahwa kekuasaan yang diktator itu memang akan ada, tapi ingatlah bahwa kediktatoran kalian wahai rezim demokratis tiran adalah pertanda bagi kami untuk melakukan perlawanan, sebuah perlawanan untuk menumbangkan kalian sekaligus merealisasikan bisyaroh Nabi SAW tentang kembalinya Khilafah, Khilafah sebagai sebuah institusi negara global yang akan berdiri menentang dominasi dan penjajahan kapitalisme yang dikomando oleh AS dan sekutunya komplotan kafir penjajah.!

Hanif Ahmad Ansharullah
Mahasiswa Tafsir Hadits UIN SYarif Hidayatullah Jakarta/Aktivis GEMA Pembebasan Wilayah Jakarta Raya



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02076474


Pengunjung hari ini : 181

Total pengunjung : 404622

Hits hari ini : 445

Total Hits : 2076474

Pengunjung Online: 5