GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Indonesia Semakin Liberal dan Terjajah, Selamatkan dengan Syariah & Khilafah

Rabu, 04 Februari 2015 - 23:51:00 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Jakarta Raya | Dibaca: 1449x
Negeri ini semakin carut marut, ruwet bagaikan benang kusut adalah ungkapan yang layak menggambarkan keadaan  negeri ini. Bagaimana tidak, presiden baru terpilih, bukannya memberikan angin segar perubahan namun sebaliknya, malah memberikan kado pahit bagi rakyatnya.
Catatan merah selama 100 hari Rezim Jokowi adalah sebagai berikut:
1. Mengobral Indonesia ketika hadir dalam KTT APEC 2014 di Beijing, para investor diundang untuk merampok kekayaan alam Indonesia. Presiden Jokowi mengundang para investor untuk menanamkan modal berbekal UU liberal yang jelas secara nyata merugikan rakyat Indonesia.
2. Menaikkan harga minyak disaat minyak dunia sedang turun, kebijakan ini membuat nasib rakyat Indonesia secara umum mengalami keterpurukan, menginggat bahan bakar minyak adalah salah satu aspek vital kehidupan mereka, yang tatkala BBM dinaikkan maka harga sembako pun ikut naik.
3. Mencabut subsidi BBM. Artinya ketika harga minyak dunia naik, maka harganya akan meroket. Rakyat akan semakin sengsara. Semua ini akibat paket kebijakan Liberalisasi Migas. Pandangan pemerintah Jokowi  terkait kebijakan di sektor migas adalah dengan mengikuti harga pasar. Sehingga wajarlah presiden Jokowi pun dianggap sebagai boneka mafia asing.
4. Konflik antar lembaga pemerintah. Sebagaimana yang ramai diberitakan terkait konflik antara dua institusi penegak hukum yakni KPK vs Polri, tanpa malu dua intitusi ini saling adu banteng dihadapan rakyat Indonesia. Keduanya saling serang menggunakan ‘senjata’ berkas perkara dengan mengungkap borok masing-masing. Hal ini tidak bisa diselesaikan oleh Jokowi. Posisi pemerintahan Jokowi gamang, bingung dan linglung terjebak diantara konflik kepentingan para elit politik busuk yang saling sikut.
5. Kebijakan Jokowi menunjukan keberpihakannya yang kuat  kepada Amerika, hal ini dikuatkan dengan rencana perpanjangan kontrak karya antara pemerintah RI dan PT. Freepot ( Republika 26-1-2015). Jokowi lebih memilih menjadi jongos bagi tuannya Amerika sementara rakyat Indonesia semakin melarat terpinggirkan dinegeri sendiri.

GEMA Pembebasan melihat kebijakan Jokowi yang keblinger ini tidak semata disebabkan munculnya kepentingan kelompok yang ada dibelakang Jokowi. Sebab munculnya kepentingan kelompok ini dikarenakan Sistem politik yang digunakan sedari awal telah salah yaitu Sistem Demokrasi Kapitalisme. Dimana kedaulatan sebebas-bebasnya diserahkan kepada wakil rakyat yang berselingkuh dengan para Kapitalis. Para cukong inilah yang menyuplai para politikus untuk biaya Pemilu. Mahalnya biaya pemilu mendorong para politikus mencari kucuran dana dari para pemodal. Sehingga, lahirlah UU yang pro terhadap Kapitalis.

Maka menjadi hal yang wajar dan lumrah tatkala negeri ini semakin terjebak pada kubangan liberalisme dan penjajahan. Faktanya banyak UU yang pro Asing semisal UU No. 22 tahun  2001 yang menjadi pintu bagi Liberalisasi Migas. UU inilah yang menjadi pijakan Jokowi dalam menjalankan kebijakan politik pro pasar (Kapitalisme-Liberal). Maka dari itu penyebab hancur leburnya negeri ini berhulu dari sistem politik yang salah dan mengakibatkan kebijakan yang salah pada Hilirnya. Hal ini jarang dipahami oleh rakyat Indonesia.

Maka dari itu Gerakan Mahasiswa Pembebasan sebagai Gerakan Mahasiswa Intelektual dengan Islam sebagai Ideologi dan solusi dalam memandang setiap problematika ummat, merasa wajib untuk menyatakan perlawanan terhadap tirani demokrasi dan rezim pengusungnya, seraya menyeru dan mengajak seluruh elemen  rakyat untuk bersama-sama : 
1. Menolak  paket kebijakan jokowi neolib yang telah nyata menyengsarakan rakyat.
2. Menolak hadirnya kepentingan asing di Indonesia dan menuntut pemerintah jokowi untuk bertanggung jawab atas kesengsaraan rakyat akibat penjajahan yang dilakukan oleh korporasi  asing yang selama ini mencengkeram dan menjajah Indonesia.
3. Mengajak seluruh elemen rakyat untuk melawan dan menghancurkan sehancur-hancurnya sistem politik demokrasi yang diterapkan di negeri ini sembari kembali menerapkan sistem politik yang terpancar dari kesempurnaan Ideologi Islam, sebuah  sistem yang berasal dari Dzat yang Maha Agung : yaitu Sistem Politik Islam dalam bingkai Ketata-negaraan/Pemerintahan Islam yaitu Daulah Khilafah Rasyidah ‘ala Minhajin Nubuwwah.
 
Demikian pernyataaan sikap kami yang merupakan  bagian dari usaha revolusi kami, sekaligus tanggung jawab kami kepada rakyat Indonesia demi perubahan dan kebangkitan Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.

Jakarta,  4 Februari 2015 

Mudakir Daman 
Ketua Umum
GEMA Pembebasan Wilayah Jakarta Raya
HP : 085775233398



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02023655


Pengunjung hari ini : 45

Total pengunjung : 385345

Hits hari ini : 158

Total Hits : 2023655

Pengunjung Online: 2