GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Refleksi Hari Kebangkitan Nasional Dua Puluh Mei, Pemuda Dan Kebangkitan Meluruskan Arah Perjuangan

Rabu, 20 Mei 2015 - 20:51:19 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Sultra | Dibaca: 954x

Dua puluh Mei, merupakan sebuah hari yang menjadi titik awal sebuah kebangkitan di negeri ini, Tidak sedikit gerakan pemuda maupun kemahasiswaan turun kejalan untuk merefleksi kebangkitan di indonesia, 107 tahun sudah peringatan menggema sejak kelahiran boedi oetomo pada tanggal 20 mei 1908. Lalu adakah indonesia bangkit..?, adakah indonesia sejahtera...?, adakah indonesia berdikari..?, Tentu jawaban pertanyan tersebut bisa dijawab dengan fakta indonesia hari ini. Di bidang politik misalnya ada sekitar 42% legislator terindikasi korupsi (Kompas.com), belum lagi lembaga-lembaga lain baik itu kementrian maupun pemerintah di daerah daerah yang juga terlibat korupsi, kolusi dan Nepotisme (KKN) Ironi korupsi di negeri ini seolah menjadi gaya hidup baru para elit politik, betapa tidak belum selesai satu kasus korupsi diungkap dan disanksi, puluhan kasus korupsi lain menunggu dan mengantri untuk di selidiki. Di bidang lain seperti kriminal, sosial dan hukum juga tak jauh beda yakni ada sekitar 316.500 lebih kasus kejahatan yang dilaporkan dalam badan reserse dan kriminal mabes polri.dalam sumber lain disebutkan setiap 91 detik terjadi satu kejahatan di indonesia (Kompas, 26/12/012), dalam fakta lain yang masih berkaitan dengan hukum dan kriminal di kndonesia disebutkan bahwa jumlah Napi di indonesia sudah over capacity atau bahasa sederhananya jumlah lapas ataupun rutan yang ada di negeri ini sudah tak mampu menampung orang jahat akibat tindakan kriminal yang sering terjadi, disebut sebut ada sekitar 463 Lapas/Rutan di indonesia yang hanya memiliki daya tampung normal 109.231 Napi, namun pada faktanya Napi di indonesia sebanyak 167.163 orang itu artinya jumlah narapidana telah overcrowded sekitar 153% (Republika 17/07/013). Belum lagi jakarta yang merupakan ibu kota indonesia dinobatkan oleh beberapa lembaga survei internasional yang masuk lima besar daftar kota tidak aman dunia. Dalam bidang sosial dan pergaulan indonesia masih rawan Seks bebas, tawuran, dan penyalahgunaan Narkoba. Menurut data yang di keluarkan oleh medical journal angka aborsi di indonesia sekitar 2,3 juta kasus per tahunnya. Dalam dunia pendidikan indonesia juga di liputi kelamnya fakta pendidikan tanah air betapa tidak, hingga akhir tahun 2013 saja sekitar 616.425 Anak Putus sekolah (BPS 2013). Yang parahnya lagi dalam dunia ekonomi kita lihat inflasi yang begitu tinggi sehingga menyebabkan sulitnya dalam memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari hari, minimnya lapangan pekerjaan, membludaknya angkatan kerja, kemiskinan yang menggurita, tingginya Pajak dan tarif dasar listrik, hutang yang melilit, dan kekayaan Alam yang di rampok oleh pengusaha yang bekerja sama dengan penguasa.

Setelah melihat fakta fakta diatas dapatlah kita simpulkan bahwa hakikatnya indonesia hari ini belumlah bangkit sebagaimana yang diinginkan dan diharapkan. Lalu bagaimana arah sebuah perjuangan yang benar dan syar'i untuk menemukan kebangkitan hakiki, untuk menemukan kesejahteraan, untuk berdikari...? Tentu dalam titik awal sebuah gerakan pemuda dan kemahasiswaan satu abad silam hingga saat ini kalau diamati dan dianalisis secara mendalam lagi cemerlang, ada empat hal yang menyebabkan kegagalan sebuah pergerakan dalam menemukan kebangkitan hakiki, yakni

1  Gerakan-gerakan tersebut berdiri diatas dasar fikroh (Pemikiran) yang masih umum tanpa batasan yang jelas, sehingga muncul kekaburan atau pembiasan. Lebih dari itu, fikroh tersebut tidak cemerlang, tidak jernih, dan tidak murni.

2  Gerakan-gerakan tersebut tidak mengetahui thariqah (Metode) bagi penerapan fikrohnya. Bahkan fikrohnya diterapkan dengan cara cara yang menunjukkan ketidaksiapan gerakan tersebut dengan penuh kesimpang siuran. Lebih dari itu thariqah gerakan gerakan tersebut telah diliputi kekaburan dan ketidakjelasan.

3  Gerakan-gerakan tersebut bertumpuh kepada orang-orang yang belum sepenuhnya mempunyai kesadaran yang benar. Mereka pun belum mempunyai niat yang benarBahkan mereka hanyalah orang orang yang berbekal keinginan dan semangat belaka.

4  Orang-orang yang menjalankan tugas gerakan gerakan tersebut tidak mempunyai ikatan yang benar. Ikatan yang ada hanya struktur organisasi itu sendiri, disertai dengan sejumlah deskripsi mengenai tugas tugas organisasi, dan sejumlah slogan slogan organisasi.

Maka dari itu ide maupun pemikiran yang diemban seorang aktivis, mahasiswa, intelektual muslim haruslah fikroh yang jelas lagi benar, tidak boleh ambigu apa lagi kufur, oleh karena itu maka pemikiran atau fikroh yang diambil haruslah pemikiran islam sebagai mabda (ideologi) yang mampu menjawab semua persoalan serta permasalahan yang ada. Bukan mengambil ide atau pemikiran barat, kuno, klasik, dan tidak ilmiah seperti liberalisme, demokrasi, pluralisme, kapitalisme, Nasionalisme, sosialisme, marxisme dan semua produk pemikiran yang lahir dari aqidah selain islam, juga seorang muslim yang ingin meraih kebangkitan hakiki tidak boleh mencampuradukkan pemikran barat dan pemikiran islam seperti islam dan kapitalisme, islam dan demokrasi dll. Yang justru akan meraih kegagalan dalam sebuah pergerakan. Selain itu juga sebuah gerakan harus memiliki kesadaran yang sama dan ikatan yang sama dimana kesadaran dan ikatan itu bersandar pada aqidah islam, bukan karena ikatan suku, ras, warna kulit, ataupun bangsa.

Untuk itu kebangkitan hakiki hanya bisa di dapat tatkala ideologi islam di terapkan dengan metode islam yang khos, berdikari secara politik dan ekonomi hanya bisa ditemukan dalam islam, kesejahteraan yang didambakan hanya bisa di dapatkan dalam kehidupan islam. dalam fakta sejarahnya kebangkitan islam (baca: khilafah) yang pertama telah dialami umat ini hingga 1924. Itu artinya mengulangi sejarah dalam rangka upaya melanjutkan kehidupan islam bukan sekedar tuntutan romantisme sejarah atau keindahan dan kemuliaan hidup didalamnya melainkan tuntutan kebenaran intelektual dari islam itu sendiri.

 

Penulis: Syaifullah Sanggala (Pengurus Harian Gema Pembebasan KOMSAT UHO)



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02179192


Pengunjung hari ini : 360

Total pengunjung : 431566

Hits hari ini : 1959

Total Hits : 2179192

Pengunjung Online: 5