GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Menyikapi Dehumanisasi Dalam Kegiatan MOS-OSPEK

Minggu, 16 Agustus 2015 - 07:16:49 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Jatim | Dibaca: 2726x

[OPINI]
Menyikapi Dehumanisasi Dalam Kegiatan Mos-Ospek[1]
Oleh: Ary Naufal[2]

Pendidikan merupakan kunci membangun dan mengembangkan sumber daya manusia. Melalui proses pendidikan, banyak pihak mengharapkan terjadinya peningkatan kualitas manusia peserta didik mengarah kepada perbaikan. Dan dalam meniti menuju proses dimaksud, ada tahap pengenalan pra proses pendidikan yang lazim dilalui peserta didik, yang dikenal dengan MOS (Masa Orientasi Siswa) bagi siswa dan OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) bagi mahasiswa.

MOS-OSPEK sebagai sarana pengenalan sekolah/kampus berikut lingkungannya, senior, dan juga pengajar sudah menjadi semacam tradisi di Indonesia setiap masuk tahun ajaran baru, tepatnya di saat penerimaan peserta didik baru oleh sekolah/kampus. Makanya, MOS-OSPEK merupakan tahapan awal yang biasa dilalui peserta didik sebelum masuk lebih dalam ke proses pendidikan.

Namun kontras dengan harapan mulia di atas, justru melalui tradisi MOS-OSPEK terjadi pemerosotan kualitas manusia secara memprihatinkan di tahapan awal. Di dalam bentuk-bentuk kegiatan MOS-OSPEK, terjadi dehumanisasi dalam bentuk serangkaian kegiatan pembodohan atas nama pengenalan pendidikan. Sejumlah dalih pun dikemukakan oleh panitia untuk membenarkan perhelatan MOS-OSPEK, yang sejatinya merupakan upaya untuk melanggenggkan perpeloncoan dan balas dendam dari senior kepada junior secara turun temurun.

Di antara dalih yang sering diketengahkan untuk membenarkan MOS-OSPEK, antara lain bahwa kegiatan ini merupakan sarana menempa mental sehingga peserta didik nantinya akan mempunyai mental laksana baja. Padahal kenyataannya, setelah mengalami intimidasi psikis dan fisik serta perlakuan mempermalukan dari senior, kesan traumatik negatiflah yang ditangkap oleh peserta didik.

Jika sedikit saja mencoba kritis mencermati, akan terlihat jelas dalih tadi tidak relevan dengan kegiatan yang diselenggarakan. Bahkan kegiatan tampak sekedar tipu-tipu untuk menutupi kedok perpeloncoan dan balas dendam atas nama MOS-OSPEK.

Kegiatan-kegiatan MOS-OSPEK juga bukan tidak mungkin ke depan dapat berpotensi bahaya. Bentuk-bentuk kegiatan seperti itu boleh jadi akan menjadi inspirasi tindak krimininal dan penindasan di masa-masa yang akan datang selepas MOS-OSPEK usai. Jadilah mental yang terbangun sebagai mental yang kriminil dan zalim.

Menempa Mental Ala Islam
Ternyata menempa mental menjadi tangguh tidak berarti harus melalui kegiatan perpeloncoan. Islam menunjukkan ternyata penempaan mental dapat ditempuh dengan mekanisme yang lain, tanpa intimidasi psikis dan fisik, juga tanpa meninggalkan trauma menyakitkan. Ini dikarenakan yang ditempuh Islam dalam menempa mental, yaitu dengan proses edukasi meningkatkan motivasi spiritual (quwwah ruhiyyah). Dorongan yang dihasilkan dari motivasi spiritual tersebut akan menghasilkan keberanian dan kekuatan luar biasa kepada seseorang jauh melampaui kondisinya yang sebenarnya. Sehingga walaupun dia terlihat lemah secara fisik atau materi, tetapi dengan motivasi spiritual yang kuat seseorang tadi mampu mengatasi tantangan dari lawan yang mempunyai kekuatan fisik atau materi yang jauh lebih besar.

Sebagai contoh, meskipun jumlah kaum muslim hanya 313 orang, tapi dapat mengalahkan pasukan quraisy yang berjumlah 1.000 orang sewaktu perang Badar. Contoh lainnya ialah adidaya Romawi (Byzantium) yang mengerahkan 240.000 pasukan berpengalaman dengan peralatan perang yang lengkap dan logistik lebih dari cukup, akhirnya takluk di hadapan kaum muslim yang hanya berjumlah 45.000 orang dalam perang Yarmuk.

Keberanian luar biasa yang menepis rasa gentar menghadapi musuh dalam dua contoh tadi, muncul setelah Islam menguatkan motivasi spiritual kaum muslim melalui upaya edukasi membentuk kesadaran atau perasaan akan hubungan dengan Allah SWT. Yang pada akhirnya, berbuah manis kemenangan sekalipun dalam keterbatasan kekuatan fisik atau materi.

Selamatkan Pendidikan Dari Dehumanisasi
Maka seharusnya harapan agar pendidikan semakin mengangkat kualitas manusia menjadi lebih baik mesti diwujudkan melalui penyelamatan pendidikan sejak di awal dari kegiatan-kegiatan pembodohan ala MOS-OSPEK yang mengarah kepada dehumanisasi.

Penempaan mental harus dilakukan secara benar dan tepat menurut sistem edukasi Islam. Di mana proses pendidikan harus diisi dengan pengajaran-pengajaran yang mengembalikan manusia menurut kodratnya sebagai manusia, yaitu sebagai hamba yang senantiasa menyadari pentingnya menjalin hubungan dirinya dengan Allah SWT.

Untuk itu, dehumanisasi berkedok MOS-OSPEK harus dihapus dan sistem edukasi Islam harus diwujudkan.

[1] Tulisan ini disampaikan dalam diskusi Indonesia Belajar Institut (IBI), “Refleksi Orientasi Siswa-Mahasiswa; Antara Humanisasi dan Dehumanisasi”, pada Jumat, 14 Agustus 2015 di Angkringan 57 Surabaya.
[2] Pengurus Wilayah Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Jawa Timur.

Sumber: http://indo-institut.blogspot.com/2015/08/normal-0-false-false-false-en-us-x-none_15.html

====================================================

Gerakan Mahasiswa Pembebasan senantiasa membuka seluas-luasnya bagi mahasiswa Jawa Timur yang ingin bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Pembebasan dan berdiskusi dengan kami:
Contact Person:
Pengurus Wilayah Gema Pembebasan Wilayah Jatim: Ary Naufal 085656358035

Pengurus Daerah Gema Pembebasan Kota Surabaya: Fajar 082232945247

1. Pengurus Komisariat Kampus Universitas Airlangga (Unair) Raya: Fajar 082232945247

2. Pengurus Komisariat Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA): Hilmi 081556734303

Pengurus Daerah Gema Pembebasan Kota Malang: Didik 089660128158

1. Pengurus Komisariat Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM): Daring 082334274576

2. Pengurus Komisariat Kampus Universitas Negeri Malang (UM): Slamet 085649395328

Pengurus Daerah Gema Pembebasan Kabupaten Pamekasan: Ahsanul 087750570168

Pengurus Daerah Gema Pembebasan Kabupaten Sumenep: Ilyasi 085235758505

1. Pengurus Komisariat Kampus Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika): Faidol 085235754741

Pengurus Daerah Gema Pembebasan Kabupaten Nganjuk: Rasyid 085736152590

Pengurus Daerah Gema Pembebasan Kabupaten Jombang: Rifqy 085648386299

Pengurus Daerah Gema Pembebasan Kabupaten Jember: Eko 085624620338

Pengurus Daerah Gema Pembebasan Kabupaten Tuban: Zaki 085731310702

-----------------------------------------------------------------------------------Kunjungi situs kami:
KMI4Revolution-->> Klik http://kmi4revolution.gemapembebasan.or.id/
http://gemapembebasan.or.id/
-----------------------------------------------------------------------------------

LIKE & SHARE --> Klik https://www.facebook.com/GerakanMahasiswaPembebasan?ref=hl

-------BERSATU, BERGERAK, TEGAKKAN IDEOLOGI ISLAM-------



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
01981569


Pengunjung hari ini : 174

Total pengunjung : 369196

Hits hari ini : 384

Total Hits : 1981569

Pengunjung Online: 1