GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

FGD Komisariat UNSRI : Menuntaskan Masalah Gafatar dan Aliran Sesat.

Jumat, 12 Februari 2016 - 22:38:28 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Sumsel | Dibaca: 857x

[Dok] Indralaya, GP PRESS – Kamis Sore (11/02), Gerakan Mahasiswa Pembebasan Komisariat UNSRI kembali menggelar FGD (focus Group Discussion) dengan tema Menuntaskan Masalah gafatar dan aliran sesat di Pelataran samping Gedung Auditorium-Rektorat UNSRI

 

Dalam diskusi tersebut beberapa mahasiswa menganalisa dari berbagai fakta dan realitas sejarah asal muasal Aliran sesat Gafatar l dan perkembangannya. Diskusi yang dimeoderatori oleh Sony Harsono ini berjalan dengan dengan antusias dan semangat, diawali pembacaan ayat suci alqur’an, diskusi dimulai dengan mendengarkan paparan  Novin Teristiandi, dia mengatakan bahwa aliran ini mengalami beberapa kali metamorfosis perubahan nama untuk memanipulasi kedok aliran sesat mereka, setelah bebarapa kali di fatwahkan sesat oleh MUI. Mulai ketika mereka bernama organisasi alqiyadah islamiyyah, Millah abraham, Gafatar, dan terakhir NKSA (Negara kesatuan semesta alam), dia juga menambahkan ada beberapa poin penting yang menjadikan aliran sesat sejenisnya dapat berkembang seperti jamur dinegeri ini, Pertama karena masyarakat memiliki pemahaman yang lemah terhadap aqidah islam, sehingga mudah dan rapuh tanpa ada yang membentengi diri dari aliran sesat, kedua, faktor ekonomi yang dimana menjadi titik lemah masyarakat sekarang, dengan diimingi dan dijanjikan kesejahteraan hidup, masyarakat mudah terlibat dan berinteraksi. Ketiga, atas nama HAM dan kebebasan beragama yang kebablasan dan memang dijadikan celah untuk memuluskan intervensi aliran sesat. Keempat Negara tidak melindungi umat dengan aqidah islamiyyah sebagai asas, serta aturan sistem hukum, malah menerapkan UU  yang tidak pernah memberikan efek jera buah dari sistem sekulerisme.

  Menanggapi hal tersebut Rifki Ridho Arrazi, menegaskan bahwa UU penistaan agama sudah lama dibuat tapi fakta menunjukkan bahwa penerapanannya tetap tumpul serta tidak memberi efek jera karena hanya dihukum 5 tahun penjara maksimal, padahal; efek dari aliran sesat ini sangat membahayakan negara. Budi santoso juga menyinggung gafatar efek yang menyasar gerakan gerakan islam serta membentuk opini buruk terhadap komunitas islam, hal ini dapat menimbulkan efek phobia ditengah masyarakat, ketika ada ada gerakan islam yang dituduh anarkis media cepat bertindak menghakimi, tetapi ketika gerakan separatis, nasionalis, pancasilais berbuat rusuh cenderung diam dan tutup mulut.

 

Lebih jauh, Novran Sulisno menanggapi bahwa permasalahan ini sudah sistemik sehingga membutuhkan solusi yang juga sistemik, islam solusi satu satunya dan tidak ada pilihan yang lain, sistem sekulerisme (pemisahan agama dengan kehidupan bernegara) adalah akar dari permasalahan ini, sampai kapanpun kita berdialog, diskusi, dsb. ‘’Jika tidak diganti sistemnya maka tidak akan efektif’, walaupun cukup berpengaruh untuk pembentukan opini dan kesadaran umum sehingga tetap akan dilakukan’’ ujarnya.

Ditutup oleh Novin Teristiandi dengan memberikan solusi bahwa permasalahan ini harus segera dituntaskan, Gafatar, ahmadiyyah dan sejenis aliran sesat lainnya harus segera dilarang, dibubarkan organisasinya dan seluruh aktivitasnya harus dihentikan. Mereka tetap dibina untuk kembali kepada islam, harus dijelaskan penyimpangan ajarannya, aqidah dan ajaran islam juga harus dijelaskan kepada mereka disertai argumenatsi dan bukti dengan mengajak mereka berfikir dan menyentuh perasaan mereka, sehingga aqidah dan ajaran islam kembali tertanam kuat pada diri mereka, serta ganti  sistem rusak demokrasi dengan sistem islam " terang Novin.

 

Dalam diskusi tersebut, para mahasiswa memandang terkait fakta-fakta berkenaan Gafatar dan aliran sesat lainnya buah dari sistem demokrasi yang rusak, yang bukan menerapkan aturan hukum Allah melainkan hukum buatan manusia, sehingga usaha yang ada  tetap saja tidak membuahkan hasil yang lebih signifikan. Artinya, mahasiswa harus berani menawarkan solusi tuntas diluar jalan demokrasi tersebut yang terbukti utopis, solusi lainnya yakni menjadikan Khilafah sebagai mainstream perjuangan mahasiswa demi menerapkan Ideologi Islam disegala aspek kehidupan yang akan menjaga aqidah umat serta memberikan kesejahteraan dan keadilan dalam kehidupan bernegara karena menerapkan Hukum dari sang maha Pencipta. [] (NS/MP)


 

 



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02179193


Pengunjung hari ini : 360

Total pengunjung : 431566

Hits hari ini : 1960

Total Hits : 2179193

Pengunjung Online: 5