GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

FGD GP Komsat UNSRI : Peduli Indonesia : China menjajah dan Papua terancam terpisah

Sabtu, 05 Maret 2016 - 06:32:58 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Sumsel | Dibaca: 8259x

                [DOK] Indralaya, GP PRESS – Jum’at (04/03) Gerakan mahasiswa Pembebasan komisariat Universitas Sriwijaya menggelar agenda rutin dua minggu sekali Focus Group Discussion (FGD). Dengan mengangkat judul Focus Group Discussion (FGD) “Peduli Indonesia : China menjajah dan Papua terancam terpisah” yang berlangsung di Pelataran Sebelah Gedung Auditorium dan Rektorat Universitas Sriwijaya pada pukul 16:15 – 18:05 Wib.

 

Dalam Focus Group Discussion (FGD) kali ini dibuka langsung oleh Dwi Asmono selaku Moderator dan dilanjutkan Pernyataan pengantar yang disampaikan oleh Akhina Novin Teristiandi, S.Pd yang mana beliau menjabarkan perihal yang cukup jelas dari Sejarah hubungan antara Negara China dengan Indonesia yang telah berlangsung sejak era presiden pertama Indonesia dan dilanjutkan tahap-tahap etnis China yang tinggal di Indonesia dalam menguasai beberapa bidang yang dianggap vital seperti perekonomian, daerah dan lainnya.

 

Pada pembicara selanjutnya Akhina Nando menambahkan pernyataan terkait ancaman China baik etnis maupun negara, keganjalan proyek-proyek china yang dilakukan diIndonesia seperti proyek Kereta cepat yang banyak berbenturan dengan hukum di indonesia, dan beliau juga menyampaikan politik yang dilakukan etnis china di indonesia dalam menguasai beberpa lini penting dalam kehidupan yang bisa dianggap vital seperti daerah, ekonomi, kekuasaan dan lainnya. Beliau tak lupa menambahkan terkait fakta tentang konstitusi atau aturan yang diterapkan seringkali mengalami perubahan makna yang mana sempat beberapa kali menjadi langkah untuk mencapai suatu tujuan tertentu oleh beberapa penguasa serta beliau pula mengajak untuk mengambil pelajaran dari GAM(Gerakan Aceh Merdeka) yang mereka mencoba untuk memisah,  juga seperti di Papua yang diberitakan bahwa OPM(Organisasi Papua Merdeka) telah meresmikan kantornya di Wamena dan ini dikhawatirkan akan mengarah pada terpisahnya Papua dari Indonesia seperti yang terjadi pada Timor-Timur beberapa tahun yang lalu.

 

Tak ketinggalan Akhina Hendro Kuswantoro menyampaikan sejumlah data terkait Proyek pembangunan Perseroan Terbatas(PT) BUMN yang dibangun secara patungan bersama dengan negara lain tepatnya China yang mana hal ini tentu akan sangat mengkhawatirkan ketika kondisi negara carut marut seperti sekarang ini dan tak lupa beliau mengingatkan dampak lainnya bahwa apabila hal ini terjadi maka negara serta rakyat harus siap kehilangan BUMN tersebut.

Setelah menyimak beberapa penyampaian analysis kritis masing-masing terhadap fakta yang terjadi oleh tiga pembicara Akhina Dedi Supriyadi menanggapinya dengan mangajukan tiga pernyataan sekaligus solusi atas berbagai masalah yang tengah mengamcam tanah air tercinta. Pertanyaan beliau yang pertama adalah Bisakah Negara memutus kerjasama atas proyek-proyek yang dilangsungkan tersebut ? yang kedua bisakah kita megolah sendiri bahan baku yang berasal dari sumber daya alam kita yang melimpah ini tana harus mengekspornya lalu membelinya kembali dengan harga yang cukup mahal ? pertanyaan yang terakhir mengetahui hutang negara yang terus bertambah dan ditambah, kenapa negara tidak mencetak terus menerus uang untuk membayar hutang-hutang negara ? seta beliau menambahkan bagaimana solusi terhadap erbagai masalah seperti yang telah disebutkan tadi.

Menanggapai hal tersebut Akhina Nando berusaha menjawab pernyataan tersebut. Yang Pertama untuk saat ini negara tidak bisa melakukan hal tersebut sebab penguasa-penguasa yang merupakan antek asing tentu tidak tinggal diam demi memuluskan berlangsungnnya proyek proyek tersebut. Yang kedua bisa apabila syariat diterapkan sebab untuk saat ini penguasa memiliki berbagai alasan untuk tetap dilakukannya ekspor-impor. Untuk pertanyaan yang ketiga meskipun beliau merupakan mahasiswa PKN, beliau berusaha menjawab bahwa Uang yang semakin banyak dicetak akan menambah lemah mata uang rupiah di dunnia. Dan solusi yang paling fitrah menurut beliau adalah diterapkannya Syariah Islam.

Akhina Novin Teristiandi menambahkan beberapa resiko terkait pertanyaan akhina dedi bahaa sudah menjadi rahasia umum bahwa penguasa yang terlibat tak akan tnggal diam menanggapi perihal yang menjadi pertanyaan akhina Dedi Supriyadi serta beliau juga menyampaikan tentang kemiripan atas apa yang dialami sekarang hampir sama seperti yang terjadi pada pribumi di masa rasul yang mana kaum yahudi mendominasi di wilayah pribumi tinggal.

Selepas tanya jawab tersebut, akhina edward menyampaikan beberapa hal terkait yang terjadi di lingkungan sekitar tempat berlangsungnya FGD serta memberikan beberapa saran yang membangun terkait FGD yang dilaksanakan rutin setiap dua minggu sekali.

Setelah sekian pernyataan yang luar biasa tersebut, akhina Novran memberikan kesimpulannya, bahwa kita harus kembali kepada islam, islam lah yang bisa menghentikan pengaruh rusaknya sistem kapitalisme liberalisme ini, carut marutnya negeri ini, neoliberalisme, ancaman disintegrasi, bahkan intervensi asing terhadap ekonomi, hukum, politik, jika islam diambil dan diterapkan untuk mengatur negeri ini, niscaya negara akan menjadi mandiri dan teratur, karena aturan islam berasal dari yang Maha Mengatur yakni Allah SWT, keberkahan akan menaungi kita. InsyaAllah, Tegasnya.

 

Mari bergabung dalam FGD yang dilangsungkan di Pelataran Sebelah Gedung Auditorium dan Rektorat Universitas Sriwijaya setiap dua minggu sekali. Nantikan kabar tanggal tepat dilangsungkannya FGD berikutnya, mari berdiskusi bersama menyampaikan pendapat kita serta solusi bagi permsalahan-permasalhan yang diangkat. Dwi

 

 

 

 



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02179175


Pengunjung hari ini : 360

Total pengunjung : 431566

Hits hari ini : 1942

Total Hits : 2179175

Pengunjung Online: 6