GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

TOL LAUT JOKOWI-JK: PINTU MENUJU CENGKRAMAN NEO IMPERALISME

Sabtu, 12 Maret 2016 - 23:46:18 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Jakarta Raya | Dibaca: 1553x

Implementasi tol laut diawali dengan penentuan dua pelabuhan hub berdasarkan sebaran wilayah serta muatannya dan mampu melayani kapal-kapal niaga besar di atas 3.000 terus atau sekelas kapal panamax 6.000 TEUs. Dua pelabuhan hub yang ditentukan tersebut yaitu Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara dan Pelabuhan Bitung di Sulawesi Utara. Hingga 2019 nanti, tol laut juga akan mencakup pengembangan 24 pelabuhan strategis di Indonesia yang akan dikembangkan bersama BUMN yakni Pelindo dengan nilai investasi Rp 243,6 triliun, pengembangan short sea shipping (Rp 7,5 triliun), pembangunan fasilitas kargo umum dan bulk (Rp 40,6 triliun). Selain itu juga dilakukan pengembangan pelabuhan komersil dan non komersil (Rp 189,6 triliun), pembangunan transportasi multi moda ke pelabuhan (Rp 50 triliun), revitalisasi industri galangan kapal (Rp 10,8 triliun), kebutuhan kapal untuk 5 tahun (Rp 101,7 triliun), kebutuhan kapal patroli (Rp 6 triliun), dan percepatan pembangunan lama yang belum tercapai (Rp 50 triliun).

Total investasi untuk mewujudkan tol laut Jokowi sekitar Rp 700 triliun. pengembangan 24 pelabuhan, pengembangan short sea shipping, dan pengembangan sumber daya manusia di pelabuhan sudah dilakukan. Sementara untuk tahun 2016, pemerintah akan mulai mengembangkan industri galangan kapal bersama BUMN, pengembangan pelabuhan subsider, pengembangan pelayaran rakyat, dan pengembangan multi moda dati dan ke pelabuhan. Untuk itu, 2016 ini pemerintah menganggarkan Rp 34,4 triliun  untuk transportasi laut Rp 13,6 triliun, untuk angkutan penyeberangan Rp 5,4 triliun, khusus untuk pengembangan pelabuhan oleh Pelindo Rp15,2 triliun.

Tidak dipungkiri bahwa proyek tersebut merupakan terobosan Jokowi dalam memajukan perekonomian Indonesia. Sebelumnya Pelindo II juga merancang alur tol laut yang bernama Pendulum Nusantara. Proyek ini mengedepankan armada laut yang berukuran besar yang memuat ribuan kontainer. Proyek tersebut membutuhkan pelabuhan-pelabuhan yang menjangkau kota2 besar di Indonesia. Akan tetapi proyek tersebut tidak terealisasi. Tidak seperti Proyek Pendulum Nusantara yang hanya mengandalkan laut saja, Tol laut Jokowi juga mengedepankan sistem Logistik Nasional lewat jalur darat, sungai, pipa serta kereta api. Tidak hanya itu, proyek ini akan membuat 24 pelabuhan strategis pendukung tol laut, diantaranya 5 Pelabuhan Hub dan 19 pelabuhan feeder. Rencana ini menargetkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia pada tahun 2045 dan ditargetkan rencana tol laut jokowi akan selesai pada tahun 2019. Dan dukungan pembiayaan sangat penting sebagai Poros maritim dunia untuk memanfaatkan potensi maritim yang mencapai Rp. 2000 triliyun.

 Ala kulli hal, proyek ini sebenarnya ilusi dalam memajukan perekonomian Indonesia, karena dana yang diperoleh berasal dari hutang yang berasal dari berbagai negara dan badan lembaga, seperti ADB, IMF, China sampai Singapura. Jika negara berhutang, tentu ada syarat yang harus ditebus pemerintah Indonesia. Salah satunya adalah dengan menetapkan bunga yang tinggi. Dan apabila negara tidak sanggup  membayar maka negara atau lembaga pemberi hutang dapat menentukan syarat lain sebagai kompensasi, sebagai contoh ialah bolehnya memiliki SDA Indonesia dan dikuasai sepenuhnya oleh pihak asing.  Selain itu,  Pihak asing juga bisa memperpanjang kontrak dalam investasi di Indonesia.

inilah resiko negara yang berhutang, dan negara akan terjebak dengan kompensasi-kompensasi yang dilontarkan pihak asing yang membuat negara semakin bangkrut. Dan pihak asing akan terus menerus leluasa mengeruk kekayaan negara sampai negara itu buntung tak mampu untuk membayar hutang. Penjajahan melalui jebakan hutang tersebut bersifat abadi karena bunga yang terlalu tinggi ditetapkan oleh pihak asing agar negara tetap berada dalam status negara penghutang dan siap untuk terus dijajah dan terjajah.

Para pejabat pemerintah sebenarnya tahu dengan masalah ini, tetapi apa daya, suara mereka dibungkam dengan milyaran uang yang mengalir di kantong mereka. tidak hanya itu, keturunan mereka akan dijamin penghidupannya jikalau mereka tetap menutup mata. Jika  menolak, mereka tak segan segan menumbangkan rezim tersebut seperti yang terjadi di era Soekarno atau  Soeharto dahulu.

Jelas sekali, bahwa sistem Demokrasi Kapitalisme bertanggung jawab atas semua masalah ini. Karena sistem ini melahirkan makelar-makelar bejat yang hanya uang yang ada di pikiran mereka. karena menurut para kapital, uang dapat menguasai segalanya. Hal ini yang di janjikan sistem Demokrasi Kapitalisme yang memberi kebebasan dalam berkepemilikan. Dan sistem ini mirip Hukum Rimba tapi dikemas secara modern dengan label  globalisasi.

Solusinya adalah penerapan syariat islam dimuka bumi. Karena Allah SWT menjamin keamanan dan kesejahteraan bagi negara yang totalitas dalam menerapkannya. Dan penerapan syariat islam hanya bisa diterapkan dalam bingkai  Negara Khilafah Rasyidah Islamiyah. yang  selama 13 abad berdiri mandiri bahkan menjadi negara adidaya, terbukti mampu memberikan keadilan dan kesejahteraan bukan hanya bagi warga negaranya saja tapi bagi seluruh dunia. Lalu mengapa  masih ada saja yang menolak Khilafah? 

Arbi Setiawan 
Aktivis LDK KPM Universitas Satya Negara Indonesia



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02179221


Pengunjung hari ini : 360

Total pengunjung : 431566

Hits hari ini : 1988

Total Hits : 2179221

Pengunjung Online: 1