GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Aksi Gabungan Mahasiswa Solo Raya ; Bubarkan DENSUS 88.! Alat Penjajah dan Pembantai Umat Islam

Kamis, 17 Maret 2016 - 01:51:11 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Daerah Solo Jateng | Dibaca: 4638x

Solo, Massa Mahasiswa dari berbagai kampus dan juga para pemuda muslim solo berkumpul di bundaran Gladak, Solo 16/3.

 
Aksi Damai Gabungan Mahasiswa Solo Raya ini menuntut Pembubaran Densus 88, . Tuntutan tersebut terkait kinerja DENSUS 88 yang penuh dengan catatan buruk dan sikap arogan yang berulang kali dilakukan, dari mulai kesalahan penangkapan terhadap ummat Islam yang diduga teroris hingga tindakan biadab pembunuhan para terduga teroris tanpa melalui proses peradilan. sebagaimana yang terjadi baru baru ini di klaten, yakni  ulah Densus 88 yang dinilai melakukan pelanggaran berat. Siyono, warga Klaten, ditangkap Densus pada 9 Maret lalu, namun pada tanggal 11 Maret dia dinyatakan tewas. Polisi menyebut Siyono tewas kelelahan setelah melakukan perlawanan saat berada di dalam mobil sehingga terlibat perkelahian dengan aparat Densus.
 
Alasan tersebut diragukan banyak pihak karena sesuai prosedur penanganan terhadap terduga teroris harus diborgol tangan dan kakinya.
 
Massa yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Pembebasan Solo Raya bersama Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Solo, Mahasiswa Pecinta Islam (MPI), HMI Kom. M Iqbal UNS, PII Solo dan Mahasiswa Muslim Soloraya dari berbagai kampus di Solo diantaranya UMS,UNS,UNIBA,UNIVET, AMIKOM dll. Dalam aksinya membawa spanduk yang bertuliskan “ Bubarkan Densus 88, Alat Penjajah Pembantai Umat Islam” dan juga puluhan poster serta bendera.
 
Sambil membawa spanduk dan mengibarkan bendera, massa aksi menggelar orasi terbuka di bawah sengatan terik matahari. ''Densus 88 Antiteror telah membunuh begitu banyak orang tanpa proses pengadilan. Nyawa-nyawa melayang tanpa alasan yang jelas. Pembunuhnya tidak pernah diproses melalui prosedur hukum yang jelas," kata koordinator aksi, Rahmadi.
 
Saat ini, hampir tak diperlukan lagi penyelidikan kasus yang mendalam.Tak perlu lagi pengadilan terbuka atas seseorang. Cukup bermodalkan kata “terduga, terkait, tersangka teroris”, nyawa manusia di negeri ini seketika menjadi “halal” untuk dicabut. Ujar Bambang Pranoto selaku Ketua GEMA Pembebasan Soloraya.
 
Tambahnya dengan dalih “Menjaga keamanan Negara”, “Menjaga Ketertiban”, “Melawan Terorisme”, “Demi Kepentingan Umum”, Densus 88 berhak membunuh siapa pun yang mereka inginkan. Dengan semua alasan itu, kini Densus mampu membunuh secara terang-terangan. Dan Kasus terakhir di Klaten yang memakan satu korban bernama Siyono, hanyalah satu dari ratusan kebiadaban yang telah dilakukan oleh Densus 88 selama perjalanannya.
 
Hari ini dengan adanya arogansi yang dilakukan Densus 88 membuat masyarakat khususnya kaum muslimin menjadi islamphobia, masyarakat takut di cap teroris ketika mengkaji islam atau membawa simbol-simbol islam. Apalagi barang bukti para terduga teroris adalah Al Qur’an. Ungkap Aditya selaku Aktivis HMI.

Jadi bagi kita yang ingin menjalankan agama islam ini dengan baik, bisa disebut teroris ini adalah hal yang sangat membahayakan ujarnya. Hal ini di tegaskan oleh aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Andhytiawan yang menyatakan Densus 88 merupakan bentukan Negara Asing. Pasukan elite itu didanai oleh Amerika dan Australia melalui hubungan diplomatik keamanan antar negara.

 

Sudah semakin jelas jika Densus ini bentukan Asing yang digunakan untuk memberangus umat islam. Sejak dibentuk umat islam yang selalu menjadi sasaran, maka pada hari ini kami menyerukan untuk dibubarkan saja" tambahnya.

 

Dalam pernyataan sikapnya, puluhan mahasiswa itu menuding Densus tidak transparan dalam penanganan setiap kasus yang ditangani, sehingga sejumlah nyawa melayang tanpa penjelasan atau alasan memadai. Densus juga dinilai telah dengan sengaja membuat stigma buruk terhadap Islam dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai barang bukti.

 

Karena itu mereka mendesak Pemerintah segera membubarkan Densus 88, memeriksa dan mengaudit serta mengusut tuntas semua kasus yang berujung kekerasan dan hilangnya nyawa. Selain itu semua anggota Densus pelaku pembunuhan tahanan harus dihukum keras. [BP]

 

 
 
  
 
 
  
  
 
  

 

  

  

  

  



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02175597


Pengunjung hari ini : 29

Total pengunjung : 430717

Hits hari ini : 110

Total Hits : 2175597

Pengunjung Online: 12