GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Mahasiswa Kalbar : Densus 88 dan Revisi RUU Terorisme Membidik Umat Islam

Minggu, 27 Maret 2016 - 10:48:05 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Kalbar | Dibaca: 1008x

GP Press, Pontianak, — Minggu, (27/3) Isu terorisme menjadi perbicangan yang cukup hangat akhir-akhir ini. Bagaimana tidak aparatur Negara yang ditugaskan menangani terorisme baru-baru ini berulah kembali pada kasus penangkapan di Solo yang menyebapkan kematian Siyono yang masih bertatus sebagai terduga teroris.

“Densus 88 dan RUU terorisme jelas membidik umat Islam. Faktanya hingga kini yang disebut terorisme saja masih absurd. Bahkan fakta dan data yang kita dapat mengenai korban densus 88 menunjukan bahwa hampir semua korban adalah seorang muslim,” ungkap Galih Pramono selepas kegiatan dialogika yang diadakan Gema Pembebasan Kalbar di area car free day (depan masjid mujahidin)

Aktivis Gema Pembebasan Kalbar ini juga memperingatkan bahwa korban dari densus 88 apalagi jika RUU anti terorisme yang baru ini disahkan bisa saja menyasar 200 juta lebih rakyat Indonesia  yang beragama Islam. Ini bisa saja terjadi sebab densus 88 dan RUU anti terorisme itu sendiri merupakan bagian dari kampanye war on terrorism yang dipelopori Amerika sejak runtuhnya menara kembar WTC.

Disi lain fadrin febrian yang merupakan mahasiswa Fak. Hukum Untan berpendapat bahwa Densus 88 sudah berlaku sewenang-wenang.

“Kini aparatur negara terutama densus 88 yang ditugasi sebagai lembaga anti terror terlihat semakin sewenang-weng saja. Mereka mulai meremehkan asas praduga tidak bersalah. Bagaimana tidak, seorang yang baru terduga teroris saja bisa kehilangannya nyawanya ditangan densus 88. Ini sudah termasuk ekstra judicial killing yang dilakukan aparatur negara” ungkap Febrian.

Febrian juga menyoroti banyaknya pasal karet dalam RUU anti terorisme yang sedang digodok oleh DPR. Misalnya saja terkait definisi ancaman yang multitafsir ini nantinya bisa menyasar siapa saja bahkan umat Islam hanya karena membawa, tulisan, gambar, simbol, atau gerakan tubuh yang dianggap oleh penyidik dapat mengakibatkan munculnya rasa takut.

Kegiatan dialogika ini juga menghadirkan Zikree Azhar sebagai perwakilan LKM HTI DPD 1 Kalbar



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02175628


Pengunjung hari ini : 33

Total pengunjung : 430721

Hits hari ini : 142

Total Hits : 2175628

Pengunjung Online: 6