GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Program Deradikalisasi : Bahaya Laten Bagi Persatuan Bangsa Indonesia

Minggu, 27 Maret 2016 - 11:18:14 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Kalbar | Dibaca: 813x

Oleh Galih Pramono *1

Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi apa yang disebut dengan Terorisme nampaknya makin memperlihatkan niat busuknya terhadap umat Islam. Berbagai tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh densus 88 untuk menanggulangi aksi terror semakin menunjukan bahwa yang disebut terorisme itu hanyalah umat Islam. Belum saja ditetapkan menjadi tersangka bahkan baru sebatas terduga terroris densus 88 sudah melakukan tindakan represif bahkan melakukan eksekusi mati. Sedangkan jika yang melakukan aksi terror dan penyerangan bukan umat Islam maka densus 88 diam seribu bahasa. Contohnya saja kasus Tolikara yang tidak pernah mendapatkan penanganan kusus dari densus 88 dan BNPT bahkan kasus tersebut cenderung diabaikan. Lebih menyakitkan lagi adalah tindakan presiden Joko Widodo yang mengundang ke Istana Negara otak dari pelaku terror dan penyerangan jamaah sholat Ied di Tolikara.

Belum lagi program Deradikalisasi yang dicanangkan terhadap umat Islam terutama kelompok-kelompok yang digadang-gadang berfaham radikal. Niat terselubung sebenarnya dari program deradikalisasi yang dilakukan BNPT adalah untuk mendistorsikan hingga mereduksi makna maupun kewajiban dari  Syariat Islam. Berbagai kampanye di media massa dan program-program pelatihan jelas sekali menunjukkan niatan dari BNPT ini. Misalnya saja syariat Islam tentang Jihad yang dimaknai sebagai perjuangan umat Islam dalam menyebarluaskan dakwah dengan perang di distorsikan menjadi perjuangan untuk belajar, membantu tetangga, dsb. Lebih parah lagi adalah usaha BNPT untuk mereduksi kewajiban jihad menjadi tidak wajib. Mereka mengkriminalisasi jihad, mengidentikkannya dengan terrorisme sehingga membuat masyarakat menjadi takut dengan Islam.

Sesungguhnya program deradikalisasi dari BNPT ini sama saja dengan melakukan deradikalisasi terhadap akidah umat Islam. Sederhananya, secara sadar ataupun tidak sadar BNPT telah berusaha memurtadkan umat Islam. Pemerintah melalui BNPT berusaha menjadikan masyarakat memiliki faham sekular yakni memisahkan pengaturan agama dari kehidupan. Faktanya memiliki masyarakat yang sekular akan sangat membahayakan bagi persatuan bangsa Indonesia. Setidaknya ada 2 poin penting yang merupakan bahaya laten dari program deradikalisasi ini.

Pertama, deradikalisasi hanya akan menyebapkan umat Islam mengabaikan agamanya. Bahkan umat Islam cenderung menjadi alergi terhadap ajaran Islam itu sendiri. Terbentuknya masyarakat sekular juga akan menjadi pemecah belah umat Islam dan bangsa Indonesia pada umunnya. Karena umat Islam tidak lagi menggunakan akidahnya sebagai pemersatu. Mereka menggantinya dengan asas manfaat sebagaimana faham sekular yang dianut. Sedangkan segala sesuatu yang bersifat manfaat ini hanya muncul dari hawa nafsu manusia. Ketika manfaat hilang maka hilang pula ikatan tersebut. Masyarakat sekular juga akan menyebabkan meningkatnya kriminalitas, korupsi, Pergaulan bebas hingga terjadi krisis sosial yang luar biasa karena mereka tidak lagi memiliki ketaatan kepada aturan Allah SWT. Mereka hanya diatur dengan hukum positif buatan manusia yang bisa selalu dipermainkan.

Kedua, deradikalisasi hanya akan melanggengkan penjajahan gaya baru (NeoImperealisme). Sejatinya demokrasi dan sistem ekonomi kapitalis menjadikan sekularisme sebagai asas fundamennya. Melakukan deradikalisasi terhadap akidah dan ajaran Islam sama halnya mencegah umat untuk berfikir tentang masalah fundamen negara ke akar-akarnya dan solusi kongkrit bagi masalah ini. Padahal demokrasi dan ekonomi kapitalisme seperti dua sisi mata uang. Keduanya merupakan sebab kenapa penjajahan terus saja terjadi. Ekonomi Kaptalisme yang begitu liberal —berusaha meminimalisir peran negara dalam sektor ekonomi— selalu disokong oleh Demokrasi dimana kebijakan yang ditelurkan oleh rezim Demokrasi bisa dibeli dan diintervensi oleh Kapitalis penjajah.

Untuk itu kami mengingatkan kepada pemerintah agar segera menghentikan Deradikalisasi ini. Terorisme tidak akan berhenti dengan deradikalisme selama negara mengadopsi Ideologi Kapitalisme dan terus membebek kepada barat. Istilah Terorisme sudah jelas merupakan akal-akalan barat untuk memusuhi umat Islam dan menjadikan masyarakat takut kepada ide Syariah dan Khilafah. Kami juga menyeru masyarakat untuk segera memperjuangkan Syariat Islam agar segera diterapkan dalam tataran negara. Karena hanya dengan syariat Islamlah semua masalah negeri ini akan terselesaikan. Masyarakat akan bersatu dibawah naungan Negara Khilafah, tidak hanya umat Islam melainkan juga umat agama lain. Karena Islam mewajibkan negara untuk melindungi dan mengayomi setiap warga negara tanpa membeda-bedakannya. Fakta sejarah juga menjadi bukti bagaimana Islam mampu mengatur masyarakat yang heterogen. Lihatlah sejarah di  Palestina dan Andalusia –sekarang Spanyol—yang dulu disebut dengan “Three Religion State”.  Inilah bukti nyata bagaimana Syariah dan Khilafah mampu mengatur masyarakat termasuk masyarkat Indonesia nantinya.

*1. Penulis merupakan aktivis Gerakan Mahasiswa Pembebasan Kalimantan Barat

 



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02175600


Pengunjung hari ini : 32

Total pengunjung : 430720

Hits hari ini : 114

Total Hits : 2175600

Pengunjung Online: 14