GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Selamat Datang Mahasiswa Baru: Hati-Hati Laten Sosialisme dan Kapitalisme di Sekelilingmu! Mari Beba

Sabtu, 20 Agustus 2016 - 22:42:57 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Pusat | Dibaca: 5697x

Wajah-wajah muda girang yang hampir semuanya termonopoli oleh sebuah anggapan bahwa masuk kuliah adalah awal kemenangan. Anggapan tersebut sudah banyak yang mulai masuk ‘kost-kostan’. Tentu banyak pula rencana-rencana yang akan dilakukan. Agenda ospek dengan ragam istilah baru jadi ritual utama yang mesti ditempuh. Selamat datang! Selamat datang mahasiswa baru di medan laga yang entah nantinya akan ditafsirkan seperti apa.

Satu fase sudah terlewat. Fase berikutnya akan menghantam secara cepat. Rentetan tugas kuliah yang padat atau agenda akademik yang ‘haram’ untuk ditinggalkan, membuat sebagian mahasiswa ibarat ‘robot’ yang dikendalikan sang tuan. Tidak ‘merdeka’! Di antara mereka ada yang diliputi penuh kecemasan, tidak mau berpikir di luar beban akademik, namun anehnya sangat gemar hura-hura, gembira teler bersulang gelas, mudah main banting, hingga tak sedikit yang membunting akibat pergaulan bebas.

Dunia Kampus dan Medan Tarung

Dunia kampus, tempat mahasiswa saat ini hidup menimba ilmu dan mengadukan masa depan, disadari atau tidak, telah membuat payah. Bukan sebuah rahasia lagi kalau desain kurikulum yang padat dan materialis, dengan jatah waktu yang semakin dipercepat, ditambah dengan situasi zaman yang hanya menawarkan persaingan, membuat dunia kampus berputar secepat-cepatnya menyamakan frekuensi dengan berputarnya peradaban global. Mahasiswa didamprat oleh 140 SKS lebih, tenggat waktu kuliah dibuat padat, dunia kampus bergerak dan bergegas menyamakan langkah bersaing. Untuk memenuhinya, digelarlah lomba-lomba keilmiahan, seminar internasional, pelatihan kewirausahaan, dan unit-unit kegiatan professional. Dalam ‘galaksi’ yang berputar-putar seperti ini, bicara tentang derita dunia dan kebangkitan Islam menjadi terkesan remeh, bercanda, bahkan tak penting.

Jika berbicara makna ideal tentang dunia kampus, agaknya yang pertama kali harus diurus adalah mendudukan peran mahasiswa sebagai penghuni utama kampus. Sehingga kerasnya teriakan “hidup mahasiswa” di saat ospek tidak mampus diterjang egoisme mengejar masa depan pribadi. Apapun alasannya, derivat dari ideologi kapitalisme harus sepenuhnya kita lawan. Kalau sama sekali belum mengerti, belajarlah segera, lawanlah segera. Karena yang membuat ketidakstabilan peradaban dewasa ini pun, biang keroknya ada di balik ideologi kapitalisme.

Kapitalisme yang membenam dalam balutan kepuasan material di kepala mahasiswa baru telah jauh memaknai kuliah sebagai investasi. Adanya pola pikir belajar yang dilandasi aspek untung rugi secara materi ini adalah salah satu penyebab yang membuat dunia kampus hilang kedinamisannya. Pola pikir matre ini tumbuh subur bersamaan dengan dominasi ideologi kapitalisme di segala lini. Mengakibatkan membuncahnya persaingan, semangatnya pertempuran, namun hanya untuk memperebutkan secuil rente dan sepotong prestise.

Sementara itu, komunitas kecil sosialisme yang menjadi rival kapitalisme saat ini juga masih tumbuh di dunia kampus. Sosialisme menjadi pelarian sebagian mahasiswa yang muak dengan realitas kapitalisme. Mereka selalu berdiri atas dalih kerakyatan dan keadilan, lebih memilih berdandan urakan, menenteng kitab Hegel dan Gramsci dengan bangga kemana-mana. Namun sayangnya, bisa dibilang ide-ide sosialis ini selalu dipegang oleh barisan anak alay yang sebenarnya cuma malas sholat. Mereka meneriakan ide-ide seputar sosial dengan sudut pandang yang tak kalah kacau. Karena tidak ada bahasan agama dalam sosialisme, selain hanya menjadi kambing hitam yang dianggap sebagai candu. Aktivis sosialis akan lebih bermain dalam kerangka logika materi untuk memutar-mutar bahasan ketuhanan.

Bagi mahasiswa baru, tetaplah  waspada terhadap bahaya dua laten ini; Sosialisme dan Kapitalisme. Kedua bahaya ini tidak hanya dirasakan oleh satu dua orang, tapi akan berpengaruh pada  konstelasi sebuah peradaban. Tolak!

Islam Muara Perjuangan Mahasiswa

Kalau kita sudah banyak mengeja pola hidup sebagian mahasiswa yang mengemban ideologi kapitalisme dan sosialisme, tentu sebagai seorang muslim kita akan dengan tegas menolak dua bahaya laten ini. Hal ini amat mendasar dan beralasan, karena kedua laten ini telah meletakan jabatan Allah sebagai pengatur hidup dan pengayom semua makhluk untuk pensiun dari mengurus manusia. Bagaimana tidak? Kapitalisme yang berakidah sekulerisme (memisahkan agama dari kehidupan) mempunyai sebuah kaidah baku bahwa Allah itu tidak punya wewenang untuk mengurus manusia. Sedangkan sosialisme yang berpedoman pada akidah materialisme (materi sebagai sumber dari segala sesuatu) juga secara lancang telah mengubur Allah SWT. dalam pikiran mereka. Mereka tak akan percaya tentang Allah sebagai Sang Maha Pencipta.

Wahai mahasiswa baru, ketahuilah! Pada saat kita mengkaji secara mendalam eksistensi mahasiswa kini, setiap aktivitas yang dilakukan, beragam kegiatan keorganisasian yang dijalankan, dan milyaran kata yang menjadi bahan perbincangan, sama sekali tak ada keterkaitannya dengan kebangkitan Islam. Padahal jika kita meninjau dunia hari ini, bencana besar berupa keterpurukan kaum muslimin di segala lini sudah sepatutnya kita ratapi. Cobalah simak penuturan Hasan Ali Nadwi akan hakikat keterpurukan umat Islam dan bagaimana seharusnya kita bersikap:

“Andai umat manusia memahami hakikat prahara yang terjadi, andai umat manusia bisa memperkirakan kadar kerugian yang dialami, ketika mereka mampu melepaskan diri dari belenggu fanatisme, niscaya mereka akan memperingati saat berawalnya kemunduran Islam, sebagai hari berkabung, mereka akan saling berucap salam dukacita, dunia akan mengenakan busana hitam tanda kematian.”

Pentingnya kita memfokuskan aktivitas sebagai mahasiswa pada sebuah upaya mengembalikan peradaban Islam tentu tidak hanya bisa dilakukan lewat kesholehan individu saja. Teramat picik jika kita memaknai Islam sebagai agama untuk mencari ketenangan dan sholeh secara individu saja. Islam adalah agama yang menghendaki segala aspek kehidupan untuk sesuai dengannya, tidak hanya individu, tidak hanya keluarga, tapi hingga negara dan peradaban. Untuk itu ucapan selamat datang ini sejatinya sudah harus dimaknai bahwa semenjak kita menginjakkan kaki di dunia kampus, perjuangan itu tidak terbatas pada kejar-kejaran dan adu cepat berebut Indeks Prestasi (IP). Lebih dari itu, mahasiswa muslim sebagai pemegang masa depan dunia Islam harus mulai bertekad untuk berjuang melanjutkan kehidupan Islam yang secara Institusi kenegaraan telah runtuh pada 3 maret 1924. Misi mengembalikan kehidupan Islam ini tentu membutuhkan Khilafah sebagai institusi pelaksana syariah.

Selamat datang, selamat berjuang!

 

Aab Elkarimi

PW GEMA Pembebasan Jawa Tengah

Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02179276


Pengunjung hari ini : 361

Total pengunjung : 431567

Hits hari ini : 2043

Total Hits : 2179276

Pengunjung Online: 3