GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

PEMUFAKATAN JAHAT DIBALIK CERITA BUSUK DARI SEORANG BANDIT

Selasa, 23 Agustus 2016 - 09:38:45 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Pusat | Dibaca: 642x

Belakangan heboh ‘nyanyian’ gembong narkoba, Freddy Budiman yang diungkap oleh Haris Azhar, Koordinator KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan) beberapa jam menjelang dieksekusinya sang gembong dan tiga terpidana mati lainnya, Seck Osmane, Michael Titus dan Humprey Ejike pada Jumat (29/7) dini hari.

Dalam postingan di akun resmi facebook maupun twitter KontraS, Haris menceritakan pengakuan dan sepak terjang Freddy Budiman selama menjadi bandar peredaran Narkoba. Haris menjelaskan bahwa ada pemufakatan jahat dibalik “Cerita Busuk dari Seorang Bandit”

Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, “Permufakatan Jahat adalah perbuatan dua orang atau lebih yang bersekongkol atau bersepakat untuk melakukan, melaksanakan, membantu, turut serta melakukan, menyuruh, menganjurkan, memfasilitasi, memberi konsultasi, menjadi anggota suatu organisasi kejahatan Narkotika, atau mengorganisasikan suatu tindak pidana Narkotika”.

Haris menyebut ada sejumlah oknum di kepolisian, BNN, dan TNI yang terlibat dalam bisnis narkotika yang dijalankan Freddy. Dituliskan pula bahwa Freddy telah menyetor Rp 450 miliar kepada BNN dan Rp 90 miliar untuk kepolisian selama beberapa tahun bekerja sebagai penyelundup narkotika. Bahkan Freddy juga mengaku pernah menggunakan fasilitas mobil TNI bersama jenderal saat membawa narkotika dari Medan ke Jakarta.

Hal senada pun pernah diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas saat berkunjung ke markas Slank. Beliau menyatakan sulitnya memberantas peredaran narkoba tersebut, karena apatisnya masyarakat Indonesia terhadap peredaran narkoba di lingkungannya dan adanya oknum aparat (baik itu TNI, POLRI, BNN) yang ikut bermain, memanfaatkan bisnis barang haram tersebut. Namun, Buwas juga meminta aktivis Kontras, Haris Azhar mempertanggungjawabkan testimoni Freddy Budiman yang telah dipublikasikan di sosial media, agar bisa dilakukan langkah-langkah penindakan.

Belum lama ini muncul kasus baru, Oknum sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang berinisial AR ditangkap aparat Polres Tangerang karena menyelundupkan narkoba jenis sabu kepada narapidana (napi). Kapolres Tangerang Kombes Pol Irman Sugema mengatakan, AR diketahui membawa sabu dari luar Lapas untuk diberikan kepada napi berinisial BH di Lapas tersebut. AR membawa sabu seberat 100 gram untuk BH tanpa terdeteksi. Kasat Narkoba Polres Tangerang AKBP Jonter Banuarea mengatakan, sabu tersebut dimasukkan ke Lapas untuk dijual kembali kepada para napi narkoba. Kasus ini pun dikategorikan sebagai pemufakatan jahat dalam tindak pidana narkotika, dan masih dikembangkan untuk mengungkap jaringannya. (tangerangnews.com, 9/8/2016).

Narkoba, Kejahatan Terencana

Troels Vester, Manajer UNODC (United Nation Office on Drug & Crime) atau Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Narkoba dan Kejahatan, mengatakan jumlah penyalahgunaan narkoba di Indonesia terus meningkat dalam kurung 5-10 tahun terakhir. Rata-rata ada peningkatan 10 persen per tahun. Penyebabnya adalah faktor permintaan dan pasokan yang saling terkait. Menurut Vester, permintaan narkoba di Indonesia terus naik. Apalagi, Indonesia kini bisa memproduksi sendiri narkotika jenis amphetamine. Itu terbukti dari penemuan 200 pabrik di dalam negeri belum lama ini. 

Vester mengingatkan bahwa narkoba sudah menjadi kejahatan terencana di Tanah Air. "Kami memperkirakan Indonesia punya produksi amphetamine senilai lebih dari US$ 1 miliar (setara Rp 13 triliun)," kata dia. "Ini bisnis yang sangat menguntungkan bagi produsen barang haram." (tempo.co, 4/3/2015)

Masalah narkoba adalah fenomena gunung es. Setiap satu penangkapan, ada 10 tersangka narkoba yang lolos. Jumlah temuan narkoba pun melonjak! sebelumnya selama 3 tahun, total barang bukti sabu hanya 2,1 metric ton. Namun pada 2014, hanya dalam 1 tahun, barang bukti mendekati
 jumlah 1,5 metrik ton. 

Bahkan, angka penggunaan narkoba menurut Kepala BNN justru meningkat signifikan dalam periode Juni hingga November 2015 sebesar 1,7 juta jiwa. Di bulan Juni 2015 angka pengguna sebesar 4.2 juta dan di bulan November 2015 sebesar 5,9 juta. Selama periode tersebut, 620.345 kg sabu, 235 Kg ganja, dan 580.141 pil ekstasi berhasil disita BNN, hingga di tahun 2016 BNN masih menangkap para penyelundup kelas kakap yang coba menyembunyikan narkoba bahkan di dalam kemasan coklat.

Selain itu, ada peningkatan kasus dan tersangka narkoba. Tahun 2000, kasus dan tersangka  narkoba kisarannya 3-4 ribu orang. Sedangkan setelah 2013 jumlahnya menjadi 21-28 ribu dan menurut data yang disodorkan Harian Kompas (26/4/2016), jumlah napi narkoba melesat jauh ditahun 2016 yang tembus hingga angka 81.360. Edan!

Sekulerisme-Kapitalisme Gatot!

Mengguritanya kejahatan narkoba tak lepas  dari pengaruh paradigma  sekulerisme-kapitalisme yang hari ini menghegemoni. Sekulerisme-kapitalisme melahirkan gaya hidup hedonisme, gaya hidup yang memuja kenikmatan jasmani. Doktrin liberalismenya mengajarkan, setiap orang harus diberi kebebasan mendapatkan kenikmatan setinggi-tingginya. Akibatnya, peredaran narkoba makin marak dan sulit untuk diberantas. Akidah sekulerisme yang meminggirkan agama, maka sempurnalah kerusakan itu. Tatanan kemuliaan hidup masyarakat pun makin terancam.  

Islam Adalah Solusi!

Narkoba adalah zat yang memabukkan dengan beragam jenis seperti heroin atau putaw, ganja atau marijuana, kokain dan jenis psikotropika; ekstasi, methamphetamine/sabu-sabu dan obat-obat penenang; pil koplo, BK, nipam dan lain sebagainya. Zat yang memabukkan dalam al-Quran disebut khamr, artinya sesuatu yang dapat menutup akal.

Abdullah bin Umar ra. menuturkan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Setiap yang memabukkan adalah khamr dan setiap khamr adalah haram. (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Ibnu Majah & Tirmidzi juga meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. mengutuk sepuluh orang yang karena khamr: pembuatnya, pengedarnya, peminumnya, pembawanya, pengirimnya, penuangnya, penjualnya, pemakan hasil penjualannya, pembelinya dan pemesannya.

Islam dengan jelas dan tegas telah mengatur bentuk-bentuk hukuman untuk setiap pelanggaran atas larangan Allah, baik berupa hudud maupun ta’zir. Bagi peminum khamr atau pengguna narkoba hukumannya empat puluh kali dera di  muka umum, atau disesuaikan dengan tingkat kejahatannya (sesuai keputusan qadhi / hakim), bahkan bila perlu dijatuhkan hukuman mati.

Namun tak cukup sampai di situ, negara juga harus membentuk ketaqwaan individu & masyarakat. Ini akan menjadi kontrol bagi masing-masing sehingga mereka akan tercegah untuk mengkonsumsi, mengedarkan apalagi membuat narkoba. Selanjutnya harus pula konsisten dalam penegakan hukum. Setiap orang yang menggunakan narkoba harus dijatuhi hukuman tegas. Orang yang sudah kecanduan harus dihukum berat. Demikian pula semua yang terlibat dalam pembuatan dan peredaran narkoba, termasuk para aparat yang menyeleweng.

Tak kalah pentingnya adalah merekrut aparat penegak hukum yang bertakwa. Dengan sistem hukum pidana Islam yang tegas, yang notabene bersumber dari Allah SWT, serta aparat penegak hukum yang bertakwa, tidak akan terjadi pemufakat jahat seperti yang berkali-kali terjadi, hukum pun tidak akan dijualbelikan. Mafia peradilan sebagaimana marak terjadi dalam peradilan sekular saat ini kemungkinan kecil terjadi dalam sistem pidana Islam. Ini karena tatkala menjalankan sistem pidana Islam, aparat penegak hukum yang bertakwa sadar betul, bahwa mereka sedang menegakkan hukum Allah, yang akan mendatangkan pahala jika mereka amanah dan akan mendatangkan dosa jika mereka menyimpang atau berkhianat. Umat pun akan terlindungi dari kebinasaan. Inilah solusi tuntas untuk memberantas narkoba hingga ke akarnya.

Solusi Islam akan benar-benar ampuh apabila diterapkan oleh negara. Tentu bukan sembarang negara, apalagi negara sembarangan. Hal itu hanya bisa terwujud jika ideologi Islam ditegakkan yakni ketika syariah Islam diterapkan secara komprehensif dalam naungan sistem Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwwah.   Mari  Bersatu, Bergerak, Tegakkan Ideologi Islam!

 

Muhammad Abdul Kholiq

PW GEMA Pembebasan Banten 

 

 



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02076416


Pengunjung hari ini : 179

Total pengunjung : 404620

Hits hari ini : 387

Total Hits : 2076416

Pengunjung Online: 4