GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

UI, Mencoba membunuh generasi baru Fahmi Idris dan Dono Warkop

Minggu, 11 September 2016 - 03:25:17 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Kalbar | Dibaca: 3734x

Perubahan besar negeri ini tidak pernah bisa terlepas dari tangan mahasiswa. Mereka yang bermodal Toa mampu menggoncang atap istana negara dan kursi empuk senayan. Mereka yang dengan ideologinya mampu membuat para penguasa khianat menjadi berang. Ya, mereka, generasi yang akan selalu bermunculan pada setiap masa. Masa ketika dunia dipenuhi dengan nafsu angkara. Dimana kesulitan akan merajai setiap penjuru dan sudut-sudut negeri. Bahkan sulit dibedakan antara keadilan dan politik pencitraan. Maka saat itu akan lahirlah generasi-generasi pemberontak yang tidak puas dengan keadaan.

Mungkin tidak pernah terlintas di benak mereka bahwa akan datang suatu masa dimana Alamater kampus hanya akan digunakan mengisi acara hura-hura. Almamater kampus hanya akan di kenakan untuk bergaya di depan kamera. Masa di mana kampus membunuh mahasiswa. Bukan nyawa yang hilang tapi idealisme dibunuh. Pengguna alamamater membisu atau berdiri bersama cukong-cukong dan penguasa antek kapilatis.

Rezim orde lama layak takut kepada alamamater kuning. Sejarah mencatat bahwa gerakan mahasiswa tahun 1966 yang kemudian melahirkan tiga tuntutan rakyat (Tritura) di awali oleh pergerakan mahasiswa di Universitas Indonesia. Tokoh mahasiswa UI tahun 66, Fahmi Idris merupakan mahasiswa yang dikenal sebagai Jendral Lapangan yang secara bergelombang terjadi pada periode awal tahun 1966. Ia dan kawan-kawan menjadi yang paling semangat meneriakkan tritura kepada rezim orde lama.

Rezim orde baru lebih layak takut pada pemilik almamater kuning. 1998, 32 tahun semenjak runtuhnya rezim orde lama dan berkuasanya rezim orde baru. Panggung-panggung demonstrasi mulai memanas kembali, toa-toa mulai terisi batarai lagi, puluhan ribu almamater kampus turun mengepung senayan. Munculah horor baru bagi penguasa. Mungkin mayoritas dari kita hanya mengenal Dono Warkop sebagai seorang komedian. Siapa sangka, pemilik nama lengkap Drs. H. Wahyu Sardono ini adalah sosok pejuang 98. Wartawan Senior Budiarto Shambazy (dikutip dari laman merdeka.com) mengungkapkan bahwa Dono adalah politikus yang ikut menyusun lahirnya reformasi 98. Ia menyipakan terms of reference untuk seminar-seminar, mengatur kunjngan ke DPR hingga menyiasati demo-demo mahasiswa. Ya inilah Dono yang lahir dari almamater kuning Universitas Indonesia.

Rezim Reformasi kini kembali menampakkan wajah ketakutan pada pemilik alamamater kuning. Ketika 32 tahun gerakan 1966 tidak menyelesaikan masalah negeri ini. Ketika 18 tahun reformasi juga tidak merubah keadaan. Kini keadaan semakin memburuk dengan tetap bercokolnya rezim kapitalis. Ketika subsidi rakyat dicabut karena dianggap membebani APBN, ketika sumber daya dilibas dan disedot asing dan aseng. Ketika kapitalisme demokrasi menunjukkan wajah buruknya. Maka muncul kembali sosok pengguna almamater kuning yang kembali menggebrak ketenangan rezim kapitalis. Ialah Boby Febrik Sedianto, mahasiwa universitas Indonesia yang juga aktivis Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan tampil dalam sebuah video penolakan terhadap eksistensi rezim kafir dan antek kapitalisme yang diwakili ahok. Ia tampil dengan ideologi dan solusi kongkrit bagi negara ini yang jelas berbeda dengan 2 generasi perjuangan mahasiswa sebelumnya.

Penolakan ini bukanlah bermotif kepentingan perut atau keinginan berkuasa. Penolakan ini muncul dari asas Ideologi yang diemban mayoritas penduduk negeri ini yakni Aqidah Islam yang di abadikan oleh Allah dalam banyak surah seperti Qs. At-Taubah ayat 23 dan Qs. Al-Mujadilah ayat 22 tentang laranga menjadikan orang kafir sebagai pemimpin .  Disisi lain, bercokolnya kezahaliman yang dimunculkan oleh rezim dan sistem kapitalisme demokrasi betul-betul membuat mahasiswa yang sudah terinternalisasi ideologi Islam menjadi geram dan terus bergerak menyadarkan seluruh elemen mahasiswa dan rakyat.

Nampaknya, rezim tak tinggal diam. Mereka mulai mencoba membunuhi generasi baru Fahmi Idris dan dono warkop seperti dulu.  Mereka membunuh idealisme mahasiswa dengan dalih kampus harus bebas dari politik praktis. Sayangnya UI latah dan nampak lupa diri. UI lupa jika sejarah telah mencatat dengan tinta emas bahwa banyak mahasiswa idealis yang lahir dari almamater kuning itu.

Maka kami katakan, sebagai sebuah pergerakan mahasiswa yang menjadikan Islam sebagai Ideologi.

KAMI TIDAK AKAN PERNAH DIAM,

KAMI AKAN TERUS BERGERAK DARI GRASS ROOT SEPERTI DULU.

KAMI AKAN BANGUNKAN KEMBALI MAHASISWA. TIDAK HANYA PENGGUNA ALAMAMATER KUNING NAMUN JUGA SEMUA PENGGUNA WARNA ALMAMATER YANG ADA DI NEGERI INI.

KAMI AKAN TERUS BERGERAK HINGGA REZIM DAN SISTEM KAPITALISME DEMOKRASI DIHANCURKAN.

KAMI HANYA AKAN MENJADIKAN ISLAM SEBAGAI IDEOLOGI DAN DAULAH KHILAFAH SEBAGAI SOLUSI BAGI NEGERI INI.

WALAUPUN ALMAMATER BAHKAN NYAWA KAMI YANG HARUS DIPERTARUHKAN,

CAMKAN ITU

#TolakPemimpinKafir

#TolakDemokrasi

#StopBungkamMahasiswa

 

Galih Pramono, mahasiwa Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak

Aktivis Gema Pembebasan Wilayah Kalimantan Barat



Komentar: 2
wirawijaya
21 September 2016 - 13:16:22 WIB
Dimana-mana suara kebenaran akan menang dengan izin Allah. tetap semangat menggelorakan kebenaran.

Cahyono
23 September 2016 - 16:26:54 WIB
MasyaAlloh. Keren


<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>


P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02075154


Pengunjung hari ini : 58

Total pengunjung : 404113

Hits hari ini : 169

Total Hits : 2075154

Pengunjung Online: 2