GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Tanpa Khilafah, Al Quran Dihinakan, Umat Islam Wajib Melawan

Sabtu, 08 Oktober 2016 - 22:51:09 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Jakarta Raya | Dibaca: 1540x
Tanpa Khilafah, Al-Quran Dihinakan, Umat Islam Wajib Melawan
Oleh: Fajrul Falah (Ketua GEMA Pembebasan Komisariat UIN Jakarta)
 
Dunia Islam kembali digemparkan dengan peristiwa penghinaan orang kafir terhadap unsur agama, mereka kembali menghinakan salah satu unsur agama (al-Quran), al-Quran bagi umat Islam merupakan sebuah mukjizat, yang umat islam sepakat atas kemutawattiranya, tetapi dengan seenaknya dikatakan “bodoh”. Dan penghinaan terhadap Al-Quran ini dilakukan oleh seorang gubernur kafir di ibukota negara Indonesia, sebuah negeri yang penduduk muslimnya terbesar se-dunia. Sungguh Ironis.
 
Alasan sederhana Ahok dan timnya untuk menjustifikasi perbuatan mereka adalah dengan mengatakan, “kita menyasar subjeknya, yaitu orang yang menggunakan surah al-Maidah ayat 51”, padahal kalau kita telaah dengan menggunakan konsep stuktur kalimat, jelas ada keganjilan. Bunyi kalimatnya seperti ini “anda jangan mau diboongin sama orang yang pakai surat al-Maidah 51”, disini memang surah al-Maidah 51 bukan subyek, tetapi merupakan alat yang bersifat netral, yang menentukan positif dan negatifnya adalah predikatnya, tetapi kemudian apakah surah al-Maidah 51 bisa digunakan sebagai alat untuk berbohong? 
 
Ayatnya seperti ini, yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang  Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” Makna dari surah al-Maidah 51 tersebut sudah sangat jelas. Bukan kalimat yang dapat dimultitafsirkan. Tanpa dibaca oleh orang lainpun, seseorang yang membacanya pasti langsung paham makna surah tersebut. Dengan makna sejelas ini surah al-Maidah 51 tidak bisa dijadikan alat untuk berbohong. Jadi ketika AHOK berkata seperti itu, sudah pasti menyakiti perasaan Umat Islam, karena menempatkan surah al-Maidah ayat 51 sebagai “keterangan alat”untuk berbohong. Menempelkan sesuatu yang negative kepada sesuatu yang suci, itulah kesalahannya!
 
Bahkan dalam surah lain Allah berfirman “Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika kami memaafkan segolongan dari kamu (lantaran mereka taubat), niscaya kami akan mengazab golongan (yang lain) di sebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. Q.s. At-Taubah: 66.” Termasuk dalam kategori ini ialah orang yang membatalkan syahadatain ialah menghina atau mengejek hukum-hukum yang terdapat dalam al-Qur’an, naudzubillah! 
 
Dalam kitab Asna al-Mathalib dinyatakan, mazhab Syafi’i telah menegaskan bahwa orang yang sengaja menghina, baik secara verbal, lisan maupun dalam hati, kitab suci al-Qur’an atau hadis Nabi saw, dengan melempar mushaf atau kitab hadis di tempat kotor, maka dia dihukumi murtad. Begitu juga dengan mazhab Hanafi, dalam kitab al-Fattawa al-Hindiyyah menyatakan, bahwa jika seorang menginjakkan kakinya kemushaf, dengan maksud menghinanya, maka dinyatakan murtad (kafir). Begitu juga dengan mazhab-mazhab yang lain.
 
Inilah hukum syariah yang disepakati oleh para fukaha dari bebagai mazhab, bahwa hokum menghina al-Qur’an jelas-jelas HARAM, apapun bentuknya baik secara halus seperti memalingkan makna al-Qur’an, atau seorang muslim yang membela penghina surah al-Maidah 51 tersebut, maupun secara kasar, seperti meletakkan mushaf dalam tempat kotor, atau menginjak dan lain sebagainya. Jika pelakunya muslim maka dengan tindakannya itu dia dinyatakan murtad (kafir). Jika dia kafir, dan menjadi ahli Dzimmah, maka dia dianggap menodai Dzimmah-nya, dan bisa dijatuhi sanksi yang keras oleh Negara, dan Negara bisa mengambil tindakan tegas kepadanya. Jika dia kafir Ahli Harb, maka tindakannya itu bisa menjadi alasan bagi Negara untuk memaklumkan perang terhadapnya dan negaranya.
 
Karena sanksinya pun berat. Orang Muslim yang menghina al-Qur’an akan dibunuh, karena telah dinyatakan murtad. Jika dia kafir Ahli Dzimmah, maka diaharus dikenai ta’zir yang  sangat berat, bisa dicabut Dzimmah-nya, hingga sanksi hukuman mati. Bagi kafir non Ahli Dzimmah, maka Khilafah akan membuat perhitungan dengan negaranya, bahkan bias dijadikan alas an Khilafah untuk memerangi negaranya, dengan alasan menjaga kehormatan dan kepentingan Islam dan kaum Muslim.
 
Nabi saw. bersabda: “Imam (Khalifah) adalah perisai; rakyat akan berperang di belakangnya dan dia akan dijadikan sebagai tempat berlindung”(HR. Muslim).
 
Apa yang dinyatakan Nabi diatas, bahwa imam/Khalifah adalah perisai benar-benar terbukti. Tanpa adanya khalifah, al-Qur’an dan bahkan baginda Nabi saw tidak ada yang melindungi bahkan untuk menjaga nama sucinya saja pun merupakan kemustahilan. Penistaan terhadap kitab suci itu pun terus berlangsung siang-malam, baik yang dilakukan oleh orang kafir bahkan orang Muslim pun ada yang ikut-ikutan alasanya karena melindungi namabaik orang kafir tersebut, naudzubillah.
 
Wahai umat Islam, adanya Khalifah untuk melindungi kesucian dan kehormatan Islam, termasuk kitab suci dan Nabinya, mutlak diperlukan, sebagaimana ditegaskan oleh imam al-Ghazali dalam al-Iqtishad fi al-I’itiqad. Jika saat ini umat Islam tidak mempunyai Khilafah, dan para penguasa mereka pun tidak melakukan tugas dan tanggungjawab untuk membela agama Allah, bahkan berlomba memrangi Allah dan sunah Rasul-Nya demi kerelaan negara-negara adidaya dan sekutu-sekutunya, maka kewajiban umat Islam adalah mengenyahkan penguasa seperti itu, dan bersatu membaiat seorang Khalifah untuk memerintah dengan kitab Allah dan sunah Rasul-Nya, lalu menerapkan hokum syariah, menjaga kesucian, kehormatan dan kekayaan umat Islam sehingga tidak akan dihinakan lagi.



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02023608


Pengunjung hari ini : 40

Total pengunjung : 385338

Hits hari ini : 111

Total Hits : 2023608

Pengunjung Online: 2