GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

[FGD] Momentum peran pemuda menyikapi isu penistaan agama

Selasa, 01 November 2016 - 14:16:23 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Sumsel | Dibaca: 665x

[Dok] Indralaya. GP Press. Gema Pembebasan komsat Universitas Sriwijaya pada hari Jumat 28 Oktober 2016 kembali mengadakan FGD yang bertepatan dengan hari sumpah pemuda.

M. Iqbal Amar selaku moderator membuka FGD dengan tema "Momentum peran pemuda menyikapi isu penistaan agama", dan sebagai pengantar materi diskusi disampaikan oleh Sony Harsono sebagai Ketua GEMA Pembebasan komsat Universitas Sriwijaya.

Pemateri menyampaikan bahwasanya 88 tahun yang lalu tepatnya 28 Oktober 1928 adalah momentum bagi para pemuda untuk bersatu terbebas dari penjajahan. Para pemuda sejatinya memiliki semangat juang pantang menyerah dan selalu berada di garda terdepan untuk perubahan, namun para pemuda saat ini telah banyak dirusak oleh pemikiran-pemikiran diluar Islam. Sumpah pemuda memang telah menghilangkan penjajahan fisik atas negeri ini, tetapi para penjajah telah merubah metode penjajahan dengan cara yang lebih berbahaya lagi yaitu melalui penjajahan intelektual/perang pemikiran (ghazul fikri). Hal inilah yang belum diantisipasi oleh para pemuda, kekalahan pemikiran ini terlihat dalam melahirkan segala problematika umat, mematikan peran pemuda dalam berbagai hal termasuk dalam menyikapi isu penistaan agama.

Setelah pemateri menjelaskan berbagai fakta kerusakan saat ini, M. Edward menambahkan bahwa kita khususnya sebagai pemuda muslim kelak akan di hisab/dipertanyakan mengenai kewajiban kita dalam membela Islam khususnya dalam kasus penistaan agama yang dilakukan oleh bapak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Tegar, mahasiswa FE Unsri juga menambahkan secara hukum kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok melanggar 2 hukum yaitu hukum agama dan hukum positif itu sendiri. Maka sangat wajar jika umat Islam menuntut keadilan dengan dihukumnya oknum penista agama tersebut. Namun sejauh ini penegakan hukum yang dilakukan masih belum berjalan sebagaimana mestinya.

Kemudian ada pertanyaan terkait mengapa proses hukum untuk penista agama Islam belum dilakukan bahkan terkesan berlarut-larut?

Rifki menambahkan bahwa dahulu pernah terjadi penistaan agama yang dilakukan oleh kru majalah remaja, proses hukum pada saat itu berjalan lancar, hingga dijatuhkan hukuman pencabutan izin majalah itu dan hukuman kepada kru tersebut. Tetapi kenapa si penista agama saat ini belum diadili? melihat dari peristiwa politik sebelumnya di Jakarta, mengenai reklamasi teluk Jakarta. Kita bisa mengambil kesimpulan bahwa si penista agama merupakan orang yang memiliki peran dalam menyokong kepentingan asing dan kapitalis. Jadi hukum tidak berlaku ketika masih disokong oleh kepentingan kapitalis, sedangkan hukum hanya berlaku kepada masyarakat biasa.

Hal inilah yang kemudian menjadi kesimpulan pada diskusi kali ini bahwa hukum yang ada belum bisa menegakkan keadilan, terutama dalam kasus penistaan agama yang dilakukan oleh pemimpin DKI Jakarta saat ini. Bersamaan dengan momentum sumpah pemuda, kita seutuhnya membutuhkan pemuda yang sebenar-benarnya pemuda, dengan revolusi yang menjadi fokus tujuannya untuk membangkitkan pemuda, memperkuat identitas Islamnya, dan memperdalam makna ibadahnya kepada Allah Swt. Pemuda sesungguhnya yang memperjuangkan kebenaran untuk membawa kehidupan ini kearah lebih baik dan sempurna yaitu diterapkannya Islam sebagai suatu solusi yang nyata. Karakter pemuda seperti inilah yang mampu membawa ummat ini keluar dari jeratan berbagai problematikan kehidupan. Mereka pula lah yang mampu menjaga dan membela kemuliaan ummat Islam ketika dihinakan.

Oleh karenanya, kami mengajak kepada seluruh pemuda dan masyarakat untuk bersama-sama memperjuangkan diterapkannya syariat Islam dalam wadah Khilafah Islamiah. Karena Khilafah lah yang secara komprehensif akan mengembalikan kemuliaan umat ini dalam jaminan kefitrahannya. Saatnya pemuda bersatu, mengoptimalkan seluruh potensi yang dimilikinya untuk berjuang, membangun peran mereka dalam mengembalikan institusi mulia bagi seluruh umat.

Allahu Akbar! [SH]



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02076476


Pengunjung hari ini : 181

Total pengunjung : 404622

Hits hari ini : 447

Total Hits : 2076476

Pengunjung Online: 4