GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Pemuda dan Mahasiswa Islam Indonesia : Kami Siap Melawan Upaya Kriminalisasi Islam dan Ulama.!

Senin, 23 Januari 2017 - 18:23:45 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Jakarta Raya | Dibaca: 599x
Ahad, 22 Januari 2016 pukul 22.00WIB bertempat di Gd. Dakwah Lajnah Khusus Mahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia (LKM HTI) Crown Palace, Tebet, Jakarta Selatan. Elemen pemuda dan mahasiswa yg terdiri dari Gerakan Mahasiswa Pembebasan bersama Front Mahasiswa Islam (FMI),  Front Santri Islam (FSI), Pemuda Al-Irsyad dan Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) mengadakan diskusi dan konsolidasi dalam rangka merespon upaya upaya kriminalisasi Islam, Aktivis dan para Ulama’, upaya serangan terhadap Islam dan para Ulama’ tersebut secara nyata dilakukan oleh gerombolan kelompok yang diprakarsai oleh Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dengan mengeluarkan resolusi mengatasnamakan Mahasiswa Indonesia. 

Dalam diskusi dan konsolidasi tersebut Habib Ali Al-Attas As-Segaff selaku pimpinan Front Mahasiswa Islam menyatakan bahwa segenap elemen gerakan pemuda dan mahasiswa Islam harus tampil melawan upaya upaya jahat para musuh –musuh Islam yang telah nyata ingin mendiskreditkan Islam dan para aktivisnya, parahnya lagi mereka juga berupaya mengkriminalisasikan ulama dan haba’ib, sebagaimana yang tengah dilakukan terhadap habib rizieq shihab, Imam Besar FPI. Upaya upaya semacam ini adalah strategi busuk untuk mengadu domba umat Islam dan merusak toleransi antar umat beragama yang pada akhirnya berujung pada upaya disintegrasi bangsa, tujuannya adalah ketika Umat Islam yang merupakan elemen utama bangsa Indonesia lemah maka pihak asing dengan mudah untuk menjajah Indonesia. jika menilik sejarah Indonesia, strategi semacam ini adalah cara – cara licik ala PKI, dimana umat Islam sebagai kekuatan utamanya adalah target yang memang disasar oleh PKI agar mudah menguasai Indonesia pungkasnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Alimuddin Baharsyah selaku Koodinator Nasional Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus menyatakan mahasiswa adalah elemen intelektual, oleh karena-nya dalam menyikapi dan merespon persoalan seharusnya memiliki analisis yang tajam dan cerdas, bahwa persoalan intoleransi di Indonesia bukan disebabkan oleh Islam dan para Ulama’ atau ormas dan gerakan Islam sebagaimana yang dituduhkan dalam resolusi yang diprakarsai oleh PMKRI, justru sebaliknya, Islam adalah agama yang damai dan ummat Islam termasuk para ulama’ dan seluruh elemen umat Islam berjuang untuk menjaga toleransi antar umat beragama, keberadaan PMKRI dinegeri yang mayoritas Islam ini adalah bukti bahwa ummat Islam sangat menjunjung tinggi toleransi antar ummat beragama. Justru sebaliknya, upaya menyerang dan mendiskreditkan ulama’ dan ormas Islam yang dilakukan PMKRI dan lainnya itulah upaya adu domba antar anak bangsa dan sangat menyakiti perasaan ummat Islam yang sejak perjuangan kemerdekaan hingga saat ini berupaya sekuat tenaga menjaga toleransi dan keberagaman di Indonesia. Bagaimana tidak, ditengah ramainya mahasiswa Indonesia termasuk elemen gerakan Islam  melakukan kajian dan kritik keras terhadap agenda penjajahan asing di Indonesia seperti yang terjadi dalam kasus penjualan Indosat, dan aset aset negara lainnya kepada asing, kasus blok masela, natuna dan tambang emas papua yang dikuasai oleh pihak asing dan aseng, PMKRI dkk mahasiswa lainya itu justru malah memperkeruh keadaan seolah ingin memainkan isu lain dengan  menyerang elemen umat Islam yang kritis terhadap penjajahan asing di Indonesia. Oleh karenanya, kami menghimbau kepada PMKRI dkk mahasiswa lainnya itu sebelum mengeluarkan resolusi agar berfikir cerdas terlebih dahulu, berkaca dahulu sehingga resolusi yang dikeluarkan adalah resolusi yang cerdas dan solutif, bukan resolusi abal  - abal, tegas bung Ali sapaan akrab koordinator nasional BKLDK.!  

Suara kritis juga disampaikan oleh Pemuda Al-Irsyad, mereka menyampaikan bahwa agenda penjajahan asing di Indonesia adalah sebuah realitas yang nyata dan telah dirasakan bersama oleh rakyat Indonesia, jika PKI dahulu berhasil ditumpas dan saat ini menampakkan tanda tanda kebangkitannya di Indonesia, rakyat Indonesia juga tidak boleh lupa dan menutup mata dengan kekuatan besar kapitalisme barat (AS) ataupun timur (China) yang sedang menjajah Indonesia utamanya dalam hal ekonomi dan penguasaan sumber daya alam. Oleh karenanya, pemuda Al-Irsyad siap mendukung dan berjuang bersama elemen pemuda dan mahasiswa  Islam untuk menyerukan persatuan dan kesatuan ummat ditengah upaya upaya adu domba dan kriminalisasi ulama dan ormas Islam yang kritis terhadap rezim yang tidak pro terhadap rakyat dan pro terhadap asing. 
 
Di akhir diskusi, Ricky Fattamazaya selaku Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pembebasan menegaskan bahwa pemuda dan mahasiswa Islam harus berada di garda terdepan dalam melawan segala bentuk penjajahan asing dan aseng, serta upaya – upaya pembungkaman yang dilakukan oleh rezim penguasa terhadap Islam, Aktivis-nya dan para Ulama’ pewaris Nabi SAW. Selain itu, pemuda dan mahasiswa Islam sudah saatnya menyatukan visi dalam perjuangan penegakkan Syariah Islam, karena hanya Islam-lah yang akan memberikan solusi bagi keterpurukan dan keterjajahan yang terjadi di Indonesia saat ini. Diskusi pun berujung pada kesepakatan dan koalisi bersama antar gerakan pemuda dan mahasiswa Islam dengan mengeluarkan Resolusi Pemuda dan Mahasiswa Islam Indonesia. Resolusi tersebut alhamdulillah telah didukung penuh oleh ratusan organisasi pemuda dan elemen gerakan mahasiswa se-Indonesia yang Insya Allah akan segera dirilis secara terbuka.  [FK, Div.AgitPro GP JKT] 






Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02179235


Pengunjung hari ini : 360

Total pengunjung : 431566

Hits hari ini : 2002

Total Hits : 2179235

Pengunjung Online: 2