GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Kegaduhan Politik Ulah Ahok, Kapitalisme - Demokrasi Biang Kerok

Kamis, 09 Februari 2017 - 17:21:20 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Jakarta Raya | Dibaca: 2971x
Hajatan pesta pencoblosan Ala Demokrasi di Jakarta tinggal hitungan hari. Suksesnya pesta Demokrasi akan menjadi model bagi daerah-daerah lain. Menurut data KPUD DKI, Pilkada akan dilaksanakan tgl 15/2/2017. Tentu mengingat waktu yang tinggal beberapa hari maka para Calon beserta TimSes pastinya sedang sibuk. Sebagaimana diketahui publik bahwa salah satu calon adalah Basuki Cahya Purnama alias Ahok. Konstelasi politik ibu kota semakin naik tensin nya antara pro dan kontra ketiga calon tsb. Terlebih salah satu Calon telah menjadi pesakitan dengan dakwaan penistaan agama Islam. dan sudah menjalani sembilan kali persidangan.

Akhir-akhir ini juga sedang ramai bahkan bisa dikatakan viral larangan aksi super damai yang diinisiasi oleh GNPF MUI yakni aksi yang akan diadakan pada tanggal 11/2/2017 atau dikenal dengan aksi 112. Surat pemberitahuan pun sudah dilayangkan ke Polda Metro Jaya yang artinya rencana aksi tersebut legal. Dan bahkan dilindungi UU no 9 tahun 1998 "hal memuat kemerdekaan menyampaikan pendapat di Muka umum". Pertanyaan kita kenapa rencana aksi itu dilarang bahkan akan ada tindakan yang mengarah ke pembubaran paksa apabila aksi tetap berjalan. Bukankah Demokrasi dijunjung tinggi di indonesia? Mana Suara demokrasi, Ham dan elemen-elemen pendukung?

Dalam menyikapi kegaduhan politik yang terjadi saat ini, pemerintah seolah kurang jeli dalam melihat fakta dan terkesan panik. Orang yg panik akan memegang apa saja yang ada atau bahkan melakukan apa saja secara spontan tanpa pikir panjang. Sebagai Ilustrasi, orang yang sedang tenggelam maka akan mencari pegangan, ada kayu dipegang, bahkan kaleng pun bisa buat pegangan. Rocky Gerung, Dosen Filsafat FIB UI dalam diskusi di ILC Tv one menyatakan, “Sebenarnya apa tuntutan dari Umat Islam? Hanya menutut keadilan saja bukan!!. Jikalau Terdakwa Ahok di hukum setimpal dengan perbuatannya selasai urusan ini dan tidak ada aksi-aksi berkelanjutan seperti aksi 112. Ingat umat Islam sudah mulai bangkit pasca aksi 411 dan 212. Spirit 212 inilah yang dicemaskan Rezim. Yakni kebangkitan Islam.” Menurut pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar dalam menanggapi aksi 112 "tampak ada kecenderungan politis tidak sejalan dengan aktifitas GNPF MUI. nanti lama - lama shalat Subuh pun bisa dilarang"  (Republika.co.id, Rabu(8/2).

Tindakan diskriminasi dan kriminalisasi terhadap ulama’ yang menuntut agar sang penista dihukum dengan seadil – adilnya justru hanya akan membuat umat Islam semakin menunjukkan perlawanan, pasalnya kesadaran politik umat Islam saat ini telah bangkit atas dasar akidah Islam, sehingganya Umat Islam semakin dijegal maka akan semakin kokoh keimananya. Ibarat selancar semakin kuat ombak-nya maka laju-nya pun akan semakin kencang itulah gambaran Umat Islam.

Jika kita ingin menarik Akar persoalan politik yang paling mendasar di Indonesia adalah diterapkannya sistem demokrasi yang lahir dari paradigma sekulerisme. Demokrasi dan elemen-elemen pedukungnya adalah propaganda Barat yang sesat menyesatkan. Sejak runtuh nya Daulah khilafah Turki Usmani Barat dengan gencarnya menyebarkan racun Paham kuffur Demokrasi. (Muhamad Ismail dalam fikrul Islam hal 7). Bagaimana tidak? Dalam demokrasi suara seorang penista dianggap sama dengan ulama’ bahkan mungkin penista diberikan pelindungan ekstra ketimbang ulama’ apalagi jika dibandingkan dengan rakyat biasa. Dalam demokrasi setiap orang diberikan kebebasan untuk melakukan apa saja termasuk memiliki sumber daya alam dan sumber daya energi yang sejatinya milik rakyat yang dalam Islam hukumnya haram dikuasai individu (diprivatisasi). Inilah fakta demokrasi yang lahir dari rahim sekularisme, dimana Islam sebagai sebuah agama sekaligus ideologi yang memiliki seperangkat aturan kehidupan dikebiri dan dijauhkan dari aspek politik bermasyarakat dan bernegara, disaat yang sama para politisi yang lahir dari mekanisme demokrasi dapat seenaknya membuat undang – undang demi kepentingan para pemilik modal (kapital).
 
Saat ini kita bisa menyaksikan dan merasakan bangkitnya kesadaran ummat melalui momen aksi 212, dengan spirit 212 atau spirit Akidah Islam, spirit Tauhid, kedepan umat akan bersatu melawan hegemoni barat. Karena, selain sang penista agama dan rezim penguasa beserta elit politik yang melindungi sang penista hanya demi memenuhi nafsu dan hasrat kekuasaan politik, musuh besar ummat Islam yang jauh lebih besar lagi adalah Kapitalisme yang telah mencengkeram kedaulatan negeri dan telah menancapkan hegemoninya dalam sendi - sendi kekuasaan politik indonesia. Buktinya Bagaimana PT Freeport masih bercokol di Indonesia dengan kontrak penguasaan tambang emas papua yang terus menerus diperbaharui dan diperpanjang oleh rezim penguasa negeri ini. Belum lagi Newmont, Chevron, Exxon Mobile, dan masih banyak lagi korporasi Asing dan Aseng lainnya yang semakin hari semakin asset asset milik rakyat Indonesia terjual dan tergadai.

Jadi persoalan kegaduhan selama ini tidak hanya muncul dari Ahok, tetapi kapital-kapital dibelakang ahok-lah yang justru amat berbahaya, apabila tidak segera dihentikan sistem demokrasi yang cacat ini, niscaya akan muncul "Ahok-ahok" baru. Dengan kata lain, fokus aksi kedepan adalah ganti rezim, ganti sistem, bersatu, bergerak, tegakkan ideologi Islam.!

Mudakir Daman
Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pembebasan Wilayah Jakarta Raya


Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02131088


Pengunjung hari ini : 240

Total pengunjung : 420585

Hits hari ini : 550

Total Hits : 2131088

Pengunjung Online: 6