GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Pendidikan Indonesia 2017 ; Falsafah Sekularisme Hasilkan Generasi Liberal - Materialistik

Sabtu, 11 Februari 2017 - 18:39:59 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Wilayah Jakarta Raya | Dibaca: 457x
Peradaban sangat erat kaitannya dengan pendidikan, karena melalui pendidikanlah peradaban suatu bangsa dapat dibentuk dan diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya. Pendidikan juga-lah yang mempengaruhi pandangan hidup suatu bangsa. Setiap bangsa yang ingin mempertahankan peradabannya, maka mereka harus menguasai sektor pendidikan dengan menanamkan falsafahnya. Nasim Butt dalam bukunya Science and Muslim Society (London : Grey Sell Books, 1991) menegaskan,”Kurikulum yang beredar di sebagian besar negeri-negeri Islam sekarang ini merupakan produk kolonial murni.” Maksudnya, pengetahun diajarkan dalam kerangka pemikiran dan perspektif sekular Barat. (Nasim Butt, 1996 : 22). 

Adanya kurikulum pendidikan yang dibangun berdasarkan asas yang telah ditetapkan penjajah dan metode yang digunakan untuk menerapkan kurikulum tersebut di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, dimana sekolah dan perguruan tinggi tersebut meluluskan orang-orang yang akan menjalankan urusan pemerintahan, administrasi, peradilan, pendidikan, kedokteran, dan seluruh urusan kehidupan, dengan pola pikir yang khas, yang berjalan sesuai stratetegi yang diinginkan kafir penjajah. (Daulah Islam, Hal 321) Sejak runtuhnya kekhilafahan islam pada tahun 1924, maka berakhirlah peradaban islam di seluruh dunia.
 
Begitu juga di indonesia yang mayoritas masyarakatnya adalah muslim tetapi diterapkannya kurikulum pendidikan yang sekuleristik dengan asas manfaat. Hal ini dapat kita perhatikan pada kurikulum tahun ajaran 2016-2017 yang merupakan revisi dari kurikulum 2013. 

Pertama, Penyederhanaan aspek penilaian siswa oleh guru. Pada K13 versi lawas, semua guru wajib menilai aspek sosial dan spiritual (keagamaan) siswa. Dan inilah yang banyak dikeluhkan guru. Dalam versi baru, penilaian aspek sosial dan keagamaan siswa hanya dilakukan oleh guru PPKn dan guru pendidikan agama-budi pekerti. Sementara guru yang lainnya menilai aspek akademik sesuai bidang yang diajarkan saja. 

Kedua, proses berpikir siswa tidak dibatasi. Pada versi kurikulum lama, berlaku sistem pembatasan, anak SD hanya sampai memahami, SMP menganalisis, sedangkan SMA mencipta. Pada kurikulum 2013 hasil revisi, anak SD pun diperbolehkan berpikir sampai tahap penciptaan walau dengan kadar penciptaan yang sesuai dengan umurnya. 
Ketiga, teori 5M (mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, dan mencipta) tidak sekedar teori, melainkan guru benar-benar dituntut untuk menerapkannya dalam pembelajaran.

Kurikulum berbasis sekulerisme, dan matrealisme sangat jauh dari aspek islami, sehingga terbentuklah generasi-generasi bejat, bermental pekerja dan memiliki pola pikir yang sekuler. kurikulum pendidikan inilah yang membidani lahirnya pola pikir baru yaitu kecenderungan untuk mencari uang lebih di sukai ketimbang kecenderungan untuk mencari ilmu, maka tak heran ditengah desakan ekonomi yang menghimpit dan mahalnya biaya pendidikan tampaklah fenomena-fenomena anak-anak usia produktif yang lebih memilih untuk sekolah dan menjadi pengemis, pengamen, pemalak bahkan tak sedikit dari mereka yang menjadi preman.
 
Kurikulum ini jugalah yang melanggengkan liberalisme dikalangan remaja, maka tak heran ditengah invasi budaya barat yang begitu massif dan lemahnya benteng spiritual, maka tampaklah fenomena-fenomena remaja labil dan baper yang menjadikan pergaulan bebas lebih disukai ketimbang harus bergelut dengan ilmu. Merebaknya kriminalitas dikalangan remaja melengkapi hitamnya dunia pendidikan di Indonesia. 

Peradaban yang maju dan hebat hanya dapat dibentuk oleh kurikulum pendidikan islam, kurikulum pendidikan hanya dapat diterapkan oleh negara yang menerapkan syariah dalam bingkai Khilafah Islamiyah, sebagaimana pengakuan jujur dari CEO Hewlet Packard Carly Fiorina dalam pidatonya ; 
“Dulu pernah ada sebuah peradaban yang paling besar di dunia. Peradaban itu mampu menghasilkan sebuah negara super yang membentang dari samudera ke samudera, dari daerah sub-tropik hingga ke daerah tropik dan gurun. Dalam wilayah kekuasaannya, tinggal ratusan juta warganya, yang terdiri dari berbagai kepercayaan dan bangsa.
 
Salah satu dari sekian banyak bahasanya menjadi bahasa universal dan menjadi jembatan penghubung antar warganya yang tinggal diberbagai negeri. Tentaranya tersusun dari orang-orang yang berlainan kebangsaannya. Kekuatan militernya mampu memberikan kedamaian dan kesejahteraan yang belum pernah ada sebelumnya. jangkauan armada perdagangannya membentang dari Amerika latin sampai ke Cina, serta daerah-daerah yang berada di antara keduanya.

Kemajuan peradaban ini sangat ditentukan oleh berbagai penemuan yang diraih oleh para pakarnya. Para arsiteknya mampu mendesain bangunan yang melawan hukum gravitasi. Para pakar matematikanya menciptakan aljabar; juga algoritma yang menjadi landasan pengembangan teknologi komputer dan penyusunan bahasa komputer. Para dokternya mempelajari tubuh manusia hingga mampu menemukan berbagai obat untuk menyembuhkan beraneka ragam penyakit. Para pakar astronominya mengamati langit, memberikan nama untuk bintang-bintang, serta merintis teori seputar perjalanan dan penelitian ruang angkasa.

Para penulisnya menghasilkan ribuan kisah. Di antaranya kisah-kisah tentang keberanian, cinta kasih, dan ilmu sihir. Para penyairnya menulis berbagai karya sastra bertemakan cinta, sementara penyair-penyair sebelum mereka terlalu takut untuk memikirkan hal-hal seperti itu.

Ketika bangsa-bangsa lain khawatir terhadap munculnya berbagai pemikiran, peradaban ini justru memacu kemunculan beraneka ragam ide dan gagasan. Ketika pemberangusan seringkali mengancam keberadaan ilmu pengetahuan, peradaban ini justru melindungi, mempertahankan, serta menyampaikannya kepada umat-umat lain.
Peradaban Barat modern mendapatkan banyak manfaat dari kemajuan ini. Peradaban yang saya maksud adalah dunia Islam dari tahun 800 m sampai dengan 1600 M..” (diterjemahkan dari :  http://www.hp.com/hpinfo/execteam/speeches/fiorina/minnesota01.html)

Ardan Ar-Radali
Sekretaris Umum Gerakan Mahasiswa Pembebasan Wilayah Jakarta Raya



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
01981545


Pengunjung hari ini : 174

Total pengunjung : 369196

Hits hari ini : 360

Total Hits : 1981545

Pengunjung Online: 2