GEMA PEMBEBASAN: Bersatu, bergerak, tegakkan ideologi islam!
Selamat Datang dan salam pembebasan dari kami! Follow us:

Rezim Neolib Gagal Urus Negara, Represif, Membungkam Suara Kritis Rakyat

Sabtu, 10 Juni 2017 - 15:58:15 WIB
Share:
Oleh: GEMA Pembebasan Pusat | Dibaca: 186x

Pada tanggal 19 Mei lalu Jokowi berpidato seputar keseriusan pemerintah untuk ‘menggebuk’ ormas yang dianggap akan merongrong Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Pidato Presiden Jokowi tersebut memang sangat erat kaitannya dengan kondisi perpolitikan di Indonesia saat ini. Kegaduhan demi kegaduhan terus bergulir semenjak pertarungan Pilkada DKI, dimana Ahok sebagai gubernur petahana yang kala itu membuat pernyataan kontroversial tentang Al-Maidah 51 ternyata berbuntut panjang. Memicu kemarahan ummat Islam atas penistaan Al-Quran yangkemudian berdampak pada kalahnya Ahok dalam pilkada DKI dan bahkan Ahok dijebloskan ke penjara setelah divonis bersalah dalam persidangan.

Sayangnya pasca kekalahan Ahok dalam Pilkada DKI dan jatuh vonis atas tindak penistaan agama yang dilakukannya, kondisi perpolitikan tak juga mereda. Para Ulama, aktivis, ormas Islam dan organisasi mahasiswa yang kritis serta aktif dalam mengawal kasus penistaan agama Ahok, satu per satu dijerat dengan berbagai tuduhan kriminal tanpa ada kejelasan bukti. Habib Rizieq Syihab (salah satu tokoh sentralyang memimpin jutaan massa dalam aksi 212) dijerat dengan 17 pasal mulai dari kasus penghinaan simbol negara hingga tuduhan kasus pornografi. Muhammad Alkhattath, Sekjen FUI beserta 5 orang Aktivis Mahasiswa dijerat dengan tuduhan Makar. Ust. Bachtiar Natsir dan Ust. Adnin Armas pun ikut diseret dengan tuduhan pencucian uang atas dana sumbangan Aksi Bela Islam. Tak hanya menyasar Ulama dan Aktivis, Ormas Islam HTI (yang masif kampanye haram pemimpin kafir)  harus berhadapan dengan rezim, ‘diancam’ dibubarkan.

Tindakan represif pemerintah tersebut kemudian diiringi dengan penggunaan simbol-simbol negara sebagai tameng untuk menuduh pihak-pihak yang kritis dan berseberangan dengan pemerintah sebagai kelompok radikal, anti pancasila, anti nkri dan anti kebhinekaan. Agaknya, kondisi perpolitikan yang panasini kental nuansa balas dendam kelompok elit yang tak terima Ahok kalah dan dipenjara. Pemerintah dibawah kepemimpinan rezim Jokowi sepertinya memang sulit berkelit terhadap pesanan lingkaran kelompok elit pro Ahok sehingga drama politik balas dendam terus-menerus diperpanjang episodenya.

Di saat rakyat disuguhi dengan drama politik balas dendam tersebut, rentetan kebijakan neoliberal  ekonomi dan politik luar negeri Jokowi berjalan nyaris tak terblow -up. Proyek One Belt One Road (OBOR) yang sarat kepentingan China mendapat sokongan kuat rezim jokowi. Pada pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Belt and Road Initiative (KTT BRI), Presiden Jokowi memaparkan rencana pengembangan proyek pembangunan Indonesia yang akan mendukung jalur sutra yang digagas oleh Presiden China XI Jinping pada tahun 2013. Di sisi lain berbagai megaproyek infrastruktur yang menjadi kebanggan rezim Jokowi, megaproyek jalan tol, listrik, kereta cepat, pelabuhan, bandara, MRT dan  LRT, menjadi bancakan swasta Taipan dan Asing yang dibiayai utang pemerintah, sebagaimana disebut Salamuddin Daeng Peneliti AEPI. Walhasil, utang negara semakin menumpuk namun bukan untuk rakyat, tetapi  justru memperkaya Aseng dan Asing!

Postur APBN yang terbebani hutang menjadi dalih untuk mencabut subsidi terhadap rakyat, setidaknya pencabutan subsidi  di era Jokowi ini berdampak pada kenaikan BBM secara bertahap, dan yang terbaru kenaikan Tarif Dasar Listrik yang begitu signifikan. Rezim neolib ini telah secara signifikan memasung dan mencekik rakyat. Oleh karena itu fenomena kriminalisasi dan propaganda makar dan radikalisme yang dituduhkan kepada para Ulama, Aktifis dan Ormas Islam selain kental aroma balas dendam atas kekalahan Ahok, juga bisa dipahami sebagai upaya menghajar suara kritis guna menutupi boroknya pemerintah neolib!



Komentar: 0

P E R H A T I A N : Komentar yang mengandung spam atau promosi produk akan dihapus!
Isi Komentar :

Nama :
Website : Tanpa http://
Email :
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)

 

Login User
Username :
Password :

Komentar Terakhir
Fb Fans Page


Kontak YM
  • iman_1924

  • Fahmi

  • Falsa M

  • Dimas G Randa

Chat Box


Nama :
Pesan


Jajak Pendapat
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemuda dalam Perubahan Menuju Indonesia yang lebih baik?

Menjadi Pemuda yang memperjuangkan aspirasi Gema Pembebasan.
Memperjuangkan penerapan Syariah Islam secara Kaffah dengan tegaknya Khilafah.
Membenahi sistem pemerintahan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kembali.
Abstain.

Lihat Hasil Poling



Statistik Kunjungan
02076468


Pengunjung hari ini : 180

Total pengunjung : 404621

Hits hari ini : 439

Total Hits : 2076468

Pengunjung Online: 4